DP3A Sukabumi Dampingi Korban Dugaan Tindak Asusila Pimpinan Ponpes Cicantayan

Sukabumiupdate.com
Rabu 04 Mar 2026, 18:19 WIB
DP3A Sukabumi Dampingi Korban Dugaan Tindak Asusila Pimpinan Ponpes Cicantayan

Pendampingan Psikologis yang diberikan oleh DP3A Sukabumi kepada tiga korban asusila. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi (DP3A) Kabupaten Sukabumi menyampaikan keprihatinan atas dugaan pelecehan terhadap santriwati yang melibatkan pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani, menyatakan pihaknya sangat prihatin dan kecewa atas peristiwa tersebut.

“Ya, kita prihatinlah ya. Sangat prihatin dan sangat kecewa, sedih juga. Pimpinan ponpes yang seharusnya mengayomi anak-anak, ternyata dia malah merusak masa depan mereka, yang sangat disayangkan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (4/3/2026).

Menurut Yeni, peristiwa tersebut terjadi sejak lama dan diduga berulang. Para korban disebut mengalami intimidasi agar tidak menceritakan kejadian yang dialami.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Kota Sukabumi, Pohon Tumbang dan Rumah Rusak di 27 Titik

“Kejadiannya sudah lama dan selalu berulang. Karena memang anak-anak ini diintimidasi biar tidak ngomong. Akhirnya mereka tidak bicara. Dibuat merasa istimewa sendiri, seolah-olah hanya dia saja yang diperlakukan seperti itu,” katanya.

DP3A Kabupaten Sukabumi telah melakukan pendampingan terhadap korban yang melapor. Pendampingan meliputi proses visum di RSUD Sekarwangi serta pendampingan psikologis yang dilakukan berkolaborasi dengan Dinas Sosial.

“Kemarin melaksanakan pendampingan visum di rumah sakit Sekarwangi. Lalu hari ini pendampingan psikologi dengan berkolaborasi juga dengan dinas sosial,” jelasnya.

Selain itu, DP3A juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam penanganan kasus tersebut. Para korban turut didampingi kuasa hukum dari lembaga bantuan hukum.

“Kita memang selalu berkoordinasi dengan polres dalam kasus-kasus seperti ini. Jadi kita saling memantau sampai di mana prosesnya. Sekarang tinggal menunggu proses di kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga: Tanah di Bantargadung Labil Terus Bergerak, Bupati Sukabumi: “Sudah Tak Bisa Dihuni”

Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat enam korban yang teridentifikasi. Namun, yang melapor secara resmi dan ditangani DP3A berjumlah tiga orang.

“Kalau korbannya yang teridentifikasi itu enam, tapi yang melakukan laporan itu tiga orang. Yang kami tangani yang melapor kepada kami dan melapor ke polres,” kata Yeni.

Terkait kondisi korban, ia menyebut secara kasat mata para korban terlihat seperti biasa, namun diduga mengalami tekanan psikologis dan syok. Bahkan, salah satu korban sempat keluar dari sekolah karena tidak mampu menceritakan kejadian yang dialami.

“Ada anak yang tadinya sekolah sampai keluar sekolah waktu itu. Karena mungkin dia tidak bisa bercerita, bingung mau ngomong ke siapa,” ungkapnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Palabuhanratu, Atap Ruko Rusak Berat usai Diterjang Angin Kencang

Saat ini, korban tersebut disebut sudah mulai mampu mengendalikan diri. Namun, hasil pemeriksaan psikologis masih menunggu laporan resmi dari psikolog karena pendampingan baru selesai dilakukan.

DP3A juga mendorong para korban untuk kembali melanjutkan pendidikan formal. Sebagian korban diketahui sempat mengikuti program Paket C setelah putus sekolah. “Kita dorong untuk sekolah normal kembali,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan adanya korban lain, Yeni menduga potensi tersebut ada mengingat peristiwa disebut terjadi sejak 2021. Namun, DP3A menegaskan hanya menangani korban yang melapor secara resmi.

“Sepertinya ada, tapi kita tidak tahu. Kita fokus ke yang tiga saja. Bukan kewenangan kami untuk menelusuri yang lain,” jelasnya.

DP3A pun mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya, termasuk yang menempuh pendidikan di pesantren.

“Orang tua harus betul-betul tidak lepas. Walaupun dititipkan ke pesantren, tetap harus memantau pergaulan dan perkembangan anak-anaknya,” pungkasnya.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini