Melihat Rencana Jalan Baru 18,5 Km Hubungkan Bogor-Palabuhanratu Lewat Gunung Salak

Sukabumiupdate.com
Kamis 04 Jun 2026, 15:15 WIB
Melihat Rencana Jalan Baru 18,5 Km Hubungkan Bogor-Palabuhanratu Lewat Gunung Salak

Ilustrasi jalan baru hubungkan Bogor Sukabumi dan Banten sepanjang 18,5 Km | Foto : Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com – Rencana pembangunan jalur poros baru yang akan menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Proyek tersebut digadang-gadang menjadi solusi untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Jawa Barat dan Banten.

Mengutip suara.com, rencana pembangunan infrastruktur tersebut telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2026. 

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan salah satu fokus utama proyek itu untuk membuka akses jalan yang menghubungkan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dengan wilayah Cianten, Kecamatan Leuwiliang. Jalur tersebut diharapkan menjadi penghubung strategis menuju wilayah Sukabumi dan Lebak tanpa harus melalui jalur tengah Kabupaten Bogor yang selama ini menjadi akses utama.

"Kami pun pada 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan antara Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga ekonomi bisa bergerak," ujar Rudy Susmanto seperti dikutip suara.com dari Antara, Selasa (2/6/2026).

Menurut Rudy, pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari pengembangan konektivitas wilayah barat Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten dan Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat.

Baca Juga: Bapperida Sukabumi Ikuti BRIN Menyapa Desa, Perkuat Pembangunan Berbasis Inovasi dan Riset

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Bogor mulai menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah terkait guna membangun jalur poros lintas kabupaten yang terintegrasi.

"Kami mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama membangun jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi," katanya.

Rudy menjelaskan, jalur baru tersebut nantinya akan terhubung dengan Jalan Malasari di Kecamatan Nanggung yang saat ini tengah dikembangkan sebagai akses menuju kawasan barat Bogor.

Jika proyek tersebut berhasil direalisasikan, masyarakat yang hendak menuju wilayah Sukabumi, termasuk kawasan wisata Palabuhanratu, akan memiliki alternatif jalur yang lebih singkat tanpa harus melintasi pusat Kabupaten Bogor.

"Sehingga apabila jalur poros tersebut terbangun, Bogor membangun, menuntaskan, melebarkan Jalan Malasari, lalu terhubung dengan Lebak-Banten, lalu terhubung dengan Sukabumi," ujarnya.

Selain memperpendek waktu tempuh perjalanan, keberadaan jalan poros baru itu diyakini mampu membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang selama ini relatif terisolasi. Potensi sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata di wilayah perbatasan tiga daerah tersebut diharapkan dapat berkembang lebih cepat berkat akses transportasi yang semakin mudah.

Wacana pembangunan Poros Lebak-Bogor-Sukabumi muncul setelah pembangunan Jalan Nirmala di Desa Malasari menunjukkan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga: Pemerintah Sepakati Kenaikan Harga MinyaKita, di Sukabumi Hari Ini Rp 23 Ribu per Liter

Jalan sepanjang 18,5 kilometer tersebut berhasil membuka akses menuju sejumlah destinasi wisata di kaki Gunung Halimun Salak yang sebelumnya sulit dijangkau kendaraan. Kondisi itu mendorong peningkatan jumlah wisatawan sekaligus menggerakkan usaha masyarakat di sektor perdagangan, kuliner, dan jasa wisata.

Apabila rencana pembangunan jalur poros baru ini terealisasi, kawasan barat Bogor hingga Sukabumi dan Lebak berpotensi menjadi koridor ekonomi baru yang menghubungkan wilayah pegunungan, kawasan wisata alam, serta sentra produksi masyarakat dengan akses transportasi yang lebih efisien.

Sumber : suara.com

Berita Terkait
Berita Terkini