SUKABUMIUPDATE.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (31/1/2026) malam, mengakibatkan banjir luapan yang merendam puluhan bangunan. Selain fasilitas publik seperti Kantor Desa, sedikitnya 21 rumah warga di dua ke-RW-an dilaporkan ikut terendam air.
Data sementara dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikidang mencatat, banjir tersebut merendam pemukiman di RW 2 dan RW 3 yang berada di sepanjang aliran sungai di Kampung Cikidang, dari arah hulu hingga ke hilir.
Petugas P2BK Cikidang, Elan Jaelani, mengungkapkan bahwa hasil tinjauan sementara menunjukkan dampak yang cukup signifikan pada rumah warga yang berada di bantaran sungai.
“Laporan sementara hasil tinjauan, yang terdampak sekitar 21 rumah di Kampung Cikidang, mencakup dua ke-RW-an. Pemukiman dari hulu ke hilir itu terendam,” ujar Elan kepada sukabumiupdate.com, pada pukul 21.30 WIB.
Baca Juga: Dramatis! 6 Jam Damkar Sukabumi Evakuasi Sapi Limosin 1,4 Ton Terjebak Lumpur
Meskipun genangan merendam rumah-rumah warga hampir di sepanjang aliran sungai, Elan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun untuk total kerugian material belum bisa dipastikan karena pendataan masih berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cikidang, Suhendra menyebutkan, bahwa air juga masuk ke area Kantor Desa Cikidang sekitar selepas waktu Magrib. Area aula kantor desa menjadi titik terdalam dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
“Ini banjir (tahunan) setiap tahun terjadi. Barusan kan hujan besar dari jam empat sore. Mulai banjirnya habis Magrib. Kalau di aula air sampai 40 sentimeter, kalau ruangan kantor sekitar 10 sentimeter,” jelas Suhendra.
Baca Juga: Kronologi Angkot Tabrak Rumah di Cikembar: Sopir Ngantuk, Bawa 2 Penumpang
Suhendra menjelaskan, banjir kali ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, kiriman air dari wilayah atas yang meluap dari jalan provinsi menuju area depan kantor desa. Kedua, luapan aliran sungai di sekitar lokasi yang masuk merendam ruangan aula.
Selain kantor desa, lanjut Suhendra, laporan awal juga menyebutkan air sempat mengancam kawasan pesantren di wilayah Cikidang Hilir. Karakteristik banjir di wilayah ini memang kerap memanjang mengikuti aliran air yang meluap akibat drainase yang tidak mampu menampung debit hujan sejak sore hari.
Hingga berita ini diturunkan, para perangkat desa bersama relawan P2BK Cikidang masih berada di lapangan untuk melakukan pendampingan kepada warga terdampak serta melakukan pendataan kerusakan bangunan secara detail.
Meskipun air dilaporkan mulai berangsur surut menjelang tengah malam, warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi.





