Viral Dugaan Dana PIP Siswa Dipotong Rp200 Ribu di MTs Cikakak, Ini Kata Kepsek

Sukabumiupdate.com
Kamis 05 Feb 2026, 20:24 WIB
Viral Dugaan Dana PIP Siswa Dipotong Rp200 Ribu di MTs Cikakak, Ini Kata Kepsek

Ilustrasi - Dana PIP Siswa Diduga Dipotong Rp200 Ribu di Salah Satu MTs Cikakak Sukabumi. (Sumber : AI/ChatGPT).

SUKABUMIUPDATE.com - Media sosial diramaikan dengan video berdurasi 2 menit 57 detik yang memperlihatkan suasana riuh rapat musyawarah antara wali murid dan pihak sekolah MTs Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Video tersebut memicu perhatian publik lantaran mencuat dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswa.

Rapat itu berlangsung di salah satu ruang kelas sekolah dengan dihadiri oleh sejumlah wali murid serta pihak sekolah itu sendiri. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, namun dikenal dengan nama Bang Jey, mengungkapkan adanya dugaan pemotongan dana PIP yang diterima siswa. Menurutnya, siswa yang seharusnya menerima bantuan sebesar Rp700 ribu diduga dipotong Rp200 ribu, sementara siswa penerima Rp370 ribu dipotong Rp125 ribu.

"Ada bantuan PIP di MTs Gandasoli yang dipotong. Yang dapat Rp700 ribu dipotong Rp200 ribu, yang dapat Rp370 ribu dipotong Rp125 ribu. Katanya dilakukan oleh oknum guru," ujar Bang Jey saat dikonfirmasi Sukabumiupdate.com, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Saling Lapor Kasus Pelecehan Seksual di Sukabumi, Pengamat Minta Polisi Utamakan Laporan Korban

Ia mengaku sempat mempertanyakan hal tersebut kepada guru lain, namun tidak mendapat kejelasan. Bahkan ketika ditanyakan kepada kepala sekolah, ia hanya diarahkan untuk menunggu hasil rapat musyawarah.

Namun, suasana rapat justru memanas. Menurut penuturan Bang Jey, ia mengaku sempat mendapat perlakuan intimidatif saat menanyakan kesimpulan rapat terkait dana yang telah dipotong.

“Saya hanya menanyakan bagaimana kesimpulan rapat dan ke mana uang yang dipotong itu. Tapi kepala sekolah malah marah, menunjuk-nunjuk saya, seolah wali murid harus diam dan tidak boleh berkomentar,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa banyak warga dan wali murid di wilayah Gandasoli memilih bungkam karena takut, meski mengetahui dugaan praktik tersebut.

“Masyarakat di Gandasoli tidak berani bicara, semua takut. Tapi saya bicara demi kepentingan banyak orang. Kalau di jalan yang benar, kenapa harus takut? Saya hanya menyampaikan apa yang terjadi,” tegasnya.

Baca Juga: Fantastis! Gaji Hendro Martowardojo, Komisaris Utama Krakatau Steel Capai Rp9 Miliar

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah MTs Gandasoli, Duduh Darusalam, membantah adanya pemotongan dana PIP secara sepihak. Ia menjelaskan bahwa dana PIP dicairkan langsung ke rekening siswa di Bank BRI dan diterima oleh siswa dengan pendampingan guru yang bertugas sebagai operator.

"Waktu pencairan PIP, uang diterima langsung oleh siswa di Bank BRI. Kemudian hari berikutnya itu baru dilakukan musyawarah dengan wali murid terkait peruntukannya," ujar Duduh.

Ia menuturkan, saat musyawarah berlangsung, dirinya sempat terpotong pembicaraannya oleh salah satu wali murid, sehingga meminta yang bersangkutan untuk menunggu hingga penjelasan selesai.

"Hasil musyawarah disepakati bersama. Dana yang disebut pemotongan itu diperuntukkan untuk membayar mobil angkutan siswa dari sekolah ke bank, membeli materai, dan sebagian untuk biaya kenaikan kelas. Semua sudah disetujui oleh wali murid," jelasnya.

Duduh juga menyampaikan permohonan maaf atas sikapnya yang terekam dalam video viral tersebut. "Adapun dalam vidio saya menunjuk salah seorang wali murid tadi setelah rapat, saya minta maaf langsung sama wali murid itu," kata Dia.

Ia juga menyampaikan bahwa yang menerima PIP itu yakni siswa kelas 7 terdapat pemotongan sebesar Rp125 ribu terhadap 7 siswa, sementara siswa kelas 8 dipotong Rp200 ribu terhadap 10 siswa, dengan peruntukan sesuai hasil kesepakatan musyawarah.

"Peruntukanya yakni bayar mobil angkutan siswa ke bank, beli matrai dan biaya kenaikan kelas," tandasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini