Dua Ikon Baru Desa Sagaranten, Bupati Sukabumi: Masjid Harus Memakmurkan Umat

Sukabumiupdate.com
Kamis 05 Feb 2026, 18:36 WIB
Dua Ikon Baru Desa Sagaranten, Bupati Sukabumi: Masjid Harus Memakmurkan Umat

Peresmian Masjid Jami Al-Insyirah dan Gedung Serbaguna Bale Binangkit Desa Sagaranten, Kabupaten Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, kini memiliki dua ikon baru. Masjid Jami Al-Insyirah dan Gedung Serbaguna Bale Binangkit yang berlokasi dekat Kantor Desa Sagaranten, Kampung Cigadog, diresmikan Kamis (5/2/2026).

Peresmian langsung oleh Bupati Sukabumi Asep Japar didampingi Kadis Perkim, Kadis PU, Kadis DPMD dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali. Bupati Sukabumi dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, melakukan prosesi gunting pita sebagai simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kemajuan Desa Sagaranten.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Sagaranten yang dinilai visioner dalam membangun fasilitas publik. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada kemegahan fisik semata.

Baca Juga: Getaran Gempa di Kasomalang dan Ciater, Rentetan Gempa Dangkal di Jawa Barat

“Hari ini kita bangga melihat Masjid Al-Insyirah yang begitu megah berdiri. Namun kebanggaan itu akan sia-sia jika masjidnya sepi. Jangan hanya megah bangunannya, tapi harus makmur jamaahnya. Jadikan masjid ini pusat peradaban dan pembinaan akhlak,” tegas Asep Japar di hadapan para undangan.

Ia juga menyoroti kuatnya sinergi antara eksekutif dan legislatif yang tercermin dari kehadirannya bersama Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi. “Ini bukti kami satu suara mendukung desa-desa yang inovatif dan progresif,” tambahnya.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali memuji visi Kepala Desa Sagaranten yang dinilai mampu menyeimbangkan kebutuhan dunia dan akhirat.

Baca Juga: SBY: Perang Dunia Ketiga Mungkin Terjadi, Korban Jiwa Bisa Tembus 5 Miliar

“Ibu Kepala Desa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi membangun keseimbangan. Masjid Al-Insyirah untuk bekal ukhrawi, dan Gedung Bale Binangkit untuk kesejahteraan dunia. Ini contoh tata kelola pembangunan desa yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Budi Azhar.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa tantangan terbesar bukan hanya membangun, melainkan merawat fasilitas yang sudah ada agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Desa Sagaranten, Santi Sulastri, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas rampungnya dua bangunan tersebut. Baginya, peresmian ini merupakan puncak dari ikhtiar dan komitmen kepada masyarakat.

Baca Juga: Ugal-ugalan! Rumah Makan Alam Sunda Sukabumi Bagi-bagi Sedekah Rp200 Ribu Per Orang

“Alhamdulillah, ini adalah puncak dari lelah kita semua. Pembangunan ini bukan sekadar proyek, tapi wujud janji bakti kami kepada warga. Nama Bale Binangkit adalah doa, agar dari gedung ini bangkit semangat warga untuk berkarya, berolahraga, dan meningkatkan ekonomi,” tutur Santi dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki rasa handarbeni atau rasa memiliki. “Gedung ini milik rakyat, dibangun dari uang rakyat. Mari kita rawat bersama agar bisa dinikmati hingga anak cucu kita nanti,” pesannya.

Diketahui, pembangunan Gedung Serbaguna Bale Binangkit didanai dari Anggaran Dana Desa, bantuan Kabupaten Sukabumi, serta bantuan Presiden dengan total anggaran mencapai Rp600 juta. Sementara pembangunan Masjid Jami Al-Insyirah bersumber dari dana yayasan dan sumbangan pribadi para dermawan.

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor, Distan Sukabumi Perkuat Swasembada Pangan Daerah

Rangkaian acara peresmian berlangsung khidmat namun meriah. Dimulai pukul 13.00 WIB, kedatangan rombongan pejabat disambut pawai dongdang dari DKM masjid se-Desa Sagaranten, lantunan hadroh dari grup “Syaukul Mustofa Baros”, serta prosesi pengalungan sorban. Setelah peresmian masjid dan santunan anak yatim, acara dilanjutkan dengan peninjauan Gedung Serbaguna yang disambut tarian tradisional dari “Lutfi Art Production”.

Perpaduan nilai religius dan kearifan lokal tersebut mencerminkan wajah Desa Sagaranten yang modern tanpa meninggalkan akar budayanya. Dengan berdirinya Masjid Al-Insyirah dan Gedung Serbaguna Bale Binangkit, Desa Sagaranten kini optimistis melangkah menjadi salah satu desa percontohan di Kabupaten Sukabumi. (adv)

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini