3 Huntap dan 100 SL Air Bersih, Bantuan Perumdam TJM Sukabumi untuk Korban Bencana Gempol

Sukabumiupdate.com
Kamis 22 Jan 2026, 22:48 WIB
3 Huntap dan 100 SL Air Bersih, Bantuan Perumdam TJM Sukabumi untuk Korban Bencana Gempol

Ilustrasi tiga unit hunian tetap dan sambungan air bersih bantuan dari Perumdam TJM Kabupaten Sukabumi untuk korban pergerakan tanah di kampung Gempol, Desa Cikadu, Palabuhan Ratu | Foto : By ChatGPTT/Sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi turut berpartisipasi dalam Lelang Kebaikan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan membangun tiga unit hunian tetap (huntap) serta 100 sambungan layanan (SL) air bersih bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu.

Partisipasi tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 166 unit hunian tetap bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Gempol, Desa Cikadu Kecamatan Palabuhan Ratu dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.

Lelang Kebaikan dikemas dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Sinergitas Perencanaan Pembangunan dalam Penanggulangan Bencana Daerah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Gedung Sulanjana, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Kemitraan Bina Lingkungan (TJSPKBL) serta 176 perusahaan yang beraktivitas di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Melalui forum tersebut, Pemkab Sukabumi memastikan pembangunan 166 unit huntap, dengan rincian 100 unit di Desa Cikadu dan 66 unit di Desa Ciengang.

Direktur Utama Perumdam TJM Kabupaten Sukabumi, Mohammad Kamaludin Zen, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan bantuan berupa tiga unit hunian tetap yang diperuntukkan bagi korban bencana di Kampung Gempol. Setiap unit Huntap senilai Rp35 juta.

Baca Juga: Lelang Kebaikan untuk Huntap Penyintas Bencana, Ini Pesan Ketua DPRD Sukabumi ke Forum TJSPKBL

“Ketiga unit tersebut terdiri dari dua unit bantuan perusahaan Perumdam TJM dan satu unit bantuan dari karyawan. Totalnya jadi Rp105 juta” ujar Kamaludin Zen kepada sukabumiupdate.com usai acara.

Selain bantuan rumah, Perumdam TJM juga akan mendukung penyediaan layanan air bersih bagi hunian tetap di Kampung Gempol. Pemasangan sambungan air bersih akan dilakukan setelah seluruh unit huntap selesai dibangun.

“Kami akan melakukan survei terlebih dahulu, termasuk menghitung jarak dari saluran utama ke lokasi huntap, kebutuhan pipa, serta estimasi anggaran yang nilainya sekitar Rp500 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, Perumdam TJM akan memasang 100 sambungan layanan air bersih untuk hunian tetap tersebut. Setiap sambungan memiliki nilai sekitar Rp3 juta, sehingga total anggaran sambungan air bersih mencapai Rp300 juta.

Apabila ditotalkan, kontribusi Perumdam TJM Kabupaten Sukabumi dalam lelang kebaikan tersebut hampir mencapai Rp 1 miliar. "Sumber dananya akan kita sisihkan diantaranya dari keuntungan perusahaan tahun 2025," ungkap Zain.

Bupati Sukabumi Asep Japar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pengusaha di Kabupaten Sukabumi yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan pascabencana.

“Terima kasih atas kepedulian dan perhatian para pengusaha terhadap warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi,” pungkas Bupati.

Baca Juga: 28 Juta Warga Indonesia Diprediksi Alami Gangguan Jiwa oleh Menteri Kesehatan

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menambahkan bahwa pembangunan rumah relokasi ini memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni memberikan rasa aman dan kenyamanan tinggal bagi warga yang selama ini berada dalam kondisi rawan bencana.

“Alhamdulillah, rencana pembangunan hunian tetap ini sangat didukung (melalui lelang kebaikan) melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa,” ucapnya.

Ade menjelaskan, hunian tetap yang akan dibangun memiliki luas lahan sekitar 60 meter persegi untuk setiap unit, dengan luas bangunan sekitar 36 meter persegi. Desain bangunan rumah telah disiapkan, termasuk berbagai aspek pendukung lainnya. “Untuk tahap awal, pengerjaannya insya Allah akan dibangun secepatnya (target selesai sampai bulan Juli 2026),” ungkapnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini