Cerita Mistis Saat Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Curug Darismin Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 17 Jan 2026, 08:15 WIB
Cerita Mistis Saat Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Curug Darismin Sukabumi

Lokasi penemuan mayat tanpa identitas di Curug Darismin, Kabupaten Sukabumi | Foto : Dok. warga

SUKABUMIUPDATE.com – Penemuan sesosok mayat tanpa identitas di aliran sungai kecil Curug Darismin, Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih menyisakan misteri. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) malam tersebut kembali mengingatkan warga akan cerita kelam dan keangkeran Curug Darismin yang telah dikenal secara turun-temurun.

Warga setempat, Ratna (29 tahun), mengaku menyaksikan langsung proses evakuasi jenazah bersama ibu, bapak, saudara dan anaknya. Menurut Ratna, petugas mengevakuasi mayat tersebut pada dini hari dan memasukkannya ke dalam mobil ambulans yang terparkir tepat di depan rumah sekaligus warung gorengan miliknya.

“Sekitar jam 03.00 WIB mayat dimasukkan ke ambulans, tapi mobilnya lama parkir karena nunggu sopir. Baru sekitar jam 04.00 WIB berangkat, itu pun dikemudikan Pak Kades,” ujar Ratna kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (17/1/2026).

Namun, peristiwa itu meninggalkan cerita aneh bagi keluarganya. Ratna mengungkapkan, saat ambulans lama terparkir di depan rumah, anak laki-lakinya usia delapan tahun tiba-tiba berkata melihat sosok pria tua telanjang di dalam ambulans dengan kedua tangan terangkat pada pukul 04.00 WIB, sebelum ambulans berangkat. Cerita tersebut membuat warga sekitar semakin merinding.

Baca Juga: Target Tanam Padi 2,4 Juta Hektare, Distanhorti Jabar Gandeng SIPETAPA Siapkan Benih Unggul

Sejak penemuan mayat tersebut, suasana di sekitar lokasi berubah drastis. Warga mengaku merasa takut dan enggan beraktivitas hingga larut malam. “Biasanya warung gorengan buka sampai jam 12 malam. Sekarang jam 7 atau jam 8 malam sudah tutup. Apalagi kalau hujan, suasananya jadi makin sepi,” tambah Ratna.

Mayat tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh Ikoh Nuryadi (53 tahun), warga Kampung Cikeresek RT 020/05, bersama rekannya Saepul Rohman (43 tahun). Saat itu, keduanya tengah melakukan ngobor atau berburu ikan kecil di sungai sekitar pukul 21.30 WIB.

Saepul menceritakan, malam itu dirinya merasa ada keanehan sejak awal. “Biasanya kami sering ngobor, tapi tidak pernah ke Curug Darismin karena jalannya sulit. Aneh, malam itu kami berdua sepakat ke sana,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, mereka mendapati sungai dipenuhi kepiting dan ikan hitam (boboso) seukuran jari. Namun, suasana berubah ketika Ikoh melihat sesuatu yang mencurigakan sekitar 10 meter di depan mereka. “Mang Ikoh bilang itu seperti bangkai sapi, ternyata mayat manusia. Kami langsung pulang dan membuang ikan serta kepiting,” kata Saepul.

Keanehan tak berhenti di situ. Saat keduanya berjalan pulang untuk melapor kepada RT dan warga, Saepul mengaku mendengar suara minta tolong dari arah Curug Darismin. “Itu yang bikin kami makin takut,” ucapnya.

Baca Juga: Oliver Glasner Masuk Radar Manchester United, Jadi Kandidat Gantikan Ruben Amorim

Warga lainnya, Ridho Losa (35 tahun), mengatakan Curug Darismin memang sejak lama dikenal sebagai lokasi angker dan jarang didatangi warga, terutama setelah waktu magrib. “Dari dulu orang-orang tua sering cerita, kalau sudah magrib warga enggan lewat sini karena suasananya sepi dan dianggap angker,” tuturnya.

Ridho menjelaskan, nama Curug Darismin berasal dari peristiwa tragis sekitar tahun 1970-an. Saat itu, seorang ibu mencuci pakaian di sungai kecil dekat curug dan menaruh anaknya yang masih balita di atas batu. Namun, saat ia menoleh kembali, anak tersebut sudah menghilang.

“Anak itu bernama Darismin. Sampai sekarang tidak pernah diketahui penyebab hilangnya,” ungkap Ridho. Peristiwa tersebut memunculkan berbagai spekulasi dan mitos di kalangan warga. Ada yang menduga anak itu diseret binatang buas, ada pula yang mengaitkannya dengan sosok gaib yang dikenal sebagai Lulun Samak. Sejak kejadian itulah, lokasi tersebut dikenal sebagai Curug Darismin dan semakin jarang dijamah warga.

Secara geografis, Curug Darismin bukan merupakan kawasan wisata. Lokasinya cukup curam, dikelilingi pepohonan bambu dan kayu layaknya hutan rakyat. Sungainya memiliki lebar sekitar dua meter dengan tinggi curug diperkirakan mencapai tujuh meter, berada tak jauh dari jembatan jalan desa. 

Jarak antara titik penemuan mayat dan curug sekitar 20 meter. “Akses jalannya juga curam. Kalau musim hujan licin dan berbahaya,” tambah Ridho.

Baca Juga: Panduan SnapTik untuk Pemula: Unduh Video TikTok Tanpa Watermark dalam Hitungan Detik

Curug Darismin merupakan bagian dari aliran hulu Sungai Cirangkong dan Sungai Cibulaklak, yang hilirnya bermuara ke Sungai Lebak Jambe hingga Sungai Cikarang. Dari SDN Cikeresek, jarak ke curug sekitar 100 meter, sedangkan dari lokasi penemuan mayat ke permukiman warga mencapai sekitar 500 meter.

Hingga kini, identitas mayat tersebut masih belum diketahui dan terus menjadi tanda tanya besar bagi warga sekitar Curug Darismin. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap misteri di balik peristiwa tersebut.

Berita Terkait
Berita Terkini