SUKABUMIUPDATE.com - Jembatan gantung penghubung antar desa di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, putus akibat longsor yang dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 04.30 WIB.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah jembatan tersebut merupakan akses vital bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah. Kondisi itu terlihat saat sejumlah anak sekolah yang tengah menyeberangi jembatan dengan sangat hati-hati, berpegangan pada sisi jembatan demi menjaga keseimbangan, mereka bertaruh nyawa demi mengakses pendidikan.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, mengatakan, jembatan yang berada di Desa Cikelat itu menghubungkan Desa Karangpapak dengan Desa Cikelat memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter.
Baca Juga: Buka Tutup Jalan Bagbagan–Kiaradua: Bersihkan Material Longsor, Pengendara Hati-hati
Menurutnya, Putusnya jembatan ini berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut untuk berangkat ke sekolah.
"Jembatan ini merupakan akses utama penghubung antar desa dan sangat vital. Jembatan ini dipakai oleh anak-anak sekolah, baik tingkat SD maupun SMP," kata Andri kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, di wilayah Kampung Sukabakti terdapat sekitar 40 kepala keluarga yang selama ini bergantung pada jembatan gantung tersebut. Selain menjadi jalur pendidikan bagi anak sekolah, jembatan ini juga menjadi akses utama warga menuju lahan pertanian.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob Fase Bulan Baru di Pesisir Sukabumi
"Putusnya jembatan ini membuat anak-anak sekolah kesulitan beraktivitas dan warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko," kata dia.
Andri menambahkan, longsor yang menyebabkan jembatan putus terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan orang tua, agar tidak memaksakan diri melintasi lokasi jembatan yang putus demi keselamatan.
"Kami mengimbau warga untuk tidak melintas di area jembatan yang rusak karena sangat berbahaya. Orang tua diminta mengawasi anak-anaknya dan menggunakan jalur alternatif sampai ada penanganan lebih lanjut," pungkasnya.




