SUKABUMIUPDATE.com - Usai insiden penyerangan sekelompok pemuda berujung pembacokan pada malam tahun baru 2026 di Kota Sukabumi, kepedihan masih menyelimuti orang tua (ortu) dari salah satu pemuda yang menjadi korban pembacokan saat itu.
Insiden pembacokan itu terjadi di Jalan R Syamsudin SH, tepatnya di dekat Balai Kota Sukabumi di detik-detik terakhir menjelang perayaan malam pergantian tahun. Video keributan pun beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok orang berlari diduga mengejar kelompok lainnya.
Akibatnya, empat orang pemuda dilaporkan menjadi korban amukan sekelompok orang hingga mengalami sejumlah luka bacokan di beberapa bagian tubuhnya. Keempat korban itu adalah MY (27), MP (20), AA (19), dan MR (17).
Di balik insiden berdarah itu, AU (50 tahun) orang tua dari salah satu pemuda yang menjadi korban pembacokan mengaku sakit hati dan emosi ketika mengetahui kabar sang anak tengah terbaring di ranjang rumah sakit dengan luka bacokan yang dialaminya.
“Sakit hati, emosi. Saya dapat telepon dari anak saya pas dia di rumah sakit,” ujar AU.
Baca Juga: Jalan Ruas Yaspida–Cipetir Kadudampit Rusak Parah, Ini Kata Dinas PU Sukabumi
Sebelum peristiwa terjadi, AU memastikan anaknya tidak memiliki konflik atau persoalan dengan kelompok manapun. Berdasarkan pengakuan sang anak, insiden itu terjadi secara tiba-tiba ketika sang anak baru saja tiba di TKP usai mengantar sang kekasih.
“Kronologisnya memang nggak ada permasalahan. Anak saya pulang nganterin ceweknya. Nah, dia mau nongkrong ke Dago, terus lewat jalan TKP itu. Anak saya nanya, ‘itu ada apaan?’ Pas kebetulan yang pakai sweater biru lagi dibacok,” tutur dia.
Situasi semakin tak terkendali ketika kelompok pelaku tiba-tiba berbalik arah dan menyerang anaknya yang sama sekali tidak terlibat dalam keributan pertama. “Langsung mereka balik nyerang anak saya,” ujarnya.
Dalam video yang beredar luas, AU memastikan bahwa sang anak merupakan adalah seseorang yang terlihat sedang dikeroyok oleh sejumlah orang tepat di persimpangan jalan. “Itu yang di video dikeroyok, yang digulung banyakan itu anak saya,” kata dia.
Akibat serangan tersebut, anaknya mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian punggung dan harus mendapatkan perawatan medis intensif. AU berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku.
Baca Juga: Hati-Hati! Bahaya dan Dampak Pestisida Jika Ikut Termakan
Sebelumnya pada Jumat (2/1/2025), Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Meski begitu, polisi memastikan akan melakukan penelusuran begitu laporan masuk. “Belum, belum ada laporan ke kita. Kalau ada laporan pasti kita tindaklanjuti. Nanti kita telusuri,” ujar Rita.
Sebagian besar korban mengalami luka sabetan senjata tajam. Bahkan, salah satu korban dilaporkan mengalami cedera serius di bagian tangan hingga jarinya nyaris putus. Seluruh korban dilarikan ke IGD RSUD R Syamsudin SH (Bunut) pada malam kejadian sekitar pukul 00.30 WIB.




