Desa sebagai Benteng Kebangsaan, Slamet Sosialisasi Empat Pilar di Bojongsawah Sukabumi

Desa sebagai Benteng Kebangsaan, Slamet Sosialisasi Empat Pilar di Bojongsawah Sukabumi

Kegiatan sosialisasi empat pilar drh Slamet di Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Sukabumi, drh Slamet, kembali turun ke akar rumput. Kali ini, ia melaksanakan sosialisasi Empat Pilar di Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Senin, 8 Desember 2025.

Kegiatan itu menjadi ruang dialog penting antara wakil rakyat dan masyarakat desa dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Sejak pagi, lokasi acara ramai dipenuhi warga dari berbagai kalangan, mulai tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat desa. Kehadiran Slamet disambut hangat, mencerminkan antusiasme terhadap kegiatan yang dinilai strategis di tengah tantangan kebangsaan yang kompleks.

Politikus PKS itu menegaskan Empat Pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar konsep normatif, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang utuh agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.

Baca Juga: Jaga Paru-Paru Sukabumi, Slamet dan Petani Tanam 30 Ribu Pohon di Penyangga TNGGP

Menurutnya, desa memiliki peran vital sebagai benteng pertama penjaga nilai kebangsaan. “Kalau masyarakat desa kuat pemahamannya, maka negara juga akan kuat,” ujar Slamet dengan nada tegas, menyoroti derasnya arus informasi digital yang kerap membawa narasi menyesatkan.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Warga diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan, terutama terkait penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi mengalir tajam, membahas persoalan toleransi, gotong royong, hingga peran dalam menjaga keutuhan NKRI.

Menutup kegiatan, Slamet mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman semata, tetapi mengamalkan nilai Empat Pilar dalam tindakan nyata. Ia menegaskan kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kesadaran kolektif warganya dalam menjaga persatuan. (ADV)

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB