DP2KBP3A Roadshow Evaluasi Kampung KB di Tujuh Kecamatan Kota Sukabumi

DP2KBP3A Roadshow Evaluasi Kampung KB di Tujuh Kecamatan Kota Sukabumi

DP2KBP3A Kota Sukabumi melakukan roadshow evaluasi pelaksanaan pengelolaan Kampung KB. | Foto: Instagram/@dp2kbp3a_kotsi

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi melakukan roadshow evaluasi pelaksanaan pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di tujuh kecamatan.

Berdasarkan keterangan di akun Instagram dinas @dp2kbp3a_kotsi, kegiatan itu dilaksanakan sejak 26 September sampai 4 Oktober 2024. Tujuannya adalah untuk memetakan dan mendorong peningkatan kualitas Kampung KB yang ada di wilayah Kota Sukabumi.

Pada 2024, Kota Sukabumi sudah membentuk 33 Kampung KB. Ini adalah program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga di Indonesia. Program ini dilaksanakan di tingkat desa atau kelurahan dengan mengintegrasikan berbagai program pembangunan keluarga, kependudukan, dan pembangunan lainnya.

Baca Juga: DP2KBP3A Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting di Cikole Sukabumi

Kampung KB memiliki beberapa karakteristik, yaitu: mandiri, tenteram, bahagia, dan memiliki keterpaduan program Bangga Kencana. Kampung KB juga memiliki komponen, yaitu: Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Sementara Kampung KB memiliki beberapa kegiatan, yaitu: memberdayakan keluarga dalam kehidupan berkeluarga, meningkatkan kesadaran dan kesertaan dalam ber-KB, meningkatkan ketahanan keluarga melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Kriteria utama Kampung KB adalah: jumlah keluarga pra sejahtera dan KS 1 (miskin) di atas rata-rata pra sejahtera dan KS 1 tingkat desa/kelurahan, jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan. (ADV)

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB