Ponsel Ayeuna, DP2KBP3A Kota Sukabumi Siapkan Pusat Konseling Keluarga
Kepala DP2KBP3A, Yadi Mulyadi menegaskan Ponsel Ayeuna adalah pos konseling keluarga yang akan ada di tujuh kecamatan di Kota Sukabumi
Kepala DP2KBP3A, Yadi Mulyadi menegaskan Ponsel Ayeuna adalah pos konseling keluarga yang akan ada di tujuh kecamatan di Kota Sukabumi
Yadi Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya penguatan peran petugas lapangan dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas capaian Kota Sukabumi yang berhasil menekan prevalensi stunting dari 26,9% pada 2023 menjadi 19,7% pada 2024, berdasarkan data SSGI.
enghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam kegiatan Rakor TPPPS Provinsi Jabar dan Aksi Stunting Award Tahun 2025
Rakor dapar menghasilkan berbagai kegiatan mempercepat penurunan jumlah KRS di Kota Sukabumi.
Kabar gembira bagi para ibu-ibu di Kota Sukabumi. DP2KBP3A membuka pelayanan keluarga berencana (KB) gratis mulai 1 hingga 12 September 2025
Program ini biasa menyasar setiap sekolah hingga ruang publik di Kota Sukabumi.
Keluarga yang kuat akan menghasilkan generasi yang berkualitas.
Prestasi ini diharapkan bisa dipertahankan semaksimal mungkin.
Seminar parenting ini merupakan kerja bareng PD Aisyiyah Kota Sukabumi, UMMI, Relawan TIK, Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI serta DP2KBP3A, Disdik, Diskominfo dan perangkat daerah lainnya.
Bobby menyatakan bahwa kehadiran bidan di tengah masyarakat tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi penggerak edukasi dan pemberdayaan masyarakat, terutama kaum perempuan.
Pendampingan baru dilakukan satu kali.
Kolaborasi itu dilakukan dalam rangka menjaga hak setiap anak khususnya yang terlibat atau berhadapan dengan hukum.
DP2KBP3A Kota Sukabumi akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan pemenuhan hak pada bayi tersebut.
DP2KBP3A Kota Sukabumi beri pendampingan psikologi terhadap anak serta mendalami latar belakang terjadinya perkelahian.
Modus KBGO ini antara lain upaya pemerasan dengan ancaman penyebaran foto.
Kasus terhadap perempuan didominasi kekerasan psikis.
Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan di Kota Sukabumi agar mampu berkontribusi lebih signifikan dalam berbagai sektor.
Percepatan ini perlu dilakukan untuk mendukung pencapaian target nasional.
Pada 2024, Kota Sukabumi sudah membentuk 33 Kampung KB.