KAI akan Tutup Perlintasan Liar TKP Pasutri Tertabrak Kereta di Kebonpedes Sukabumi

Sabtu 04 Mei 2024, 06:28 WIB
Lokasi kejadian pasutri tertabrak kereta api KA Siliwangi di Kebonpedes Sukabumi. (Sumber : Istimewa)

Lokasi kejadian pasutri tertabrak kereta api KA Siliwangi di Kebonpedes Sukabumi. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Pasangan suami istri di Kabupaten Sukabumi tewas usai tertabrak kereta api di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jumat (3/5/2024) sekira pukul 16.00 WIB.

Kedua korban, Aep Saepudin (55 tahun) dan Aminah (50 tahun) yang saat itu berboncengan menggunakan motor Honda Supra fit berwarna hitam bernopol F 6103 TN terlempar hingga 20 meter usai disambar kereta api (KA) Siliwangi dari arah Cianjur menuju Sukabumi.

Peristiwa tragis ini tepatnya terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di KM 61+6/7 Petak jalan Gandasoli-Sukabumi, Kampung Babakan Sirna, RT 03/RW 04, Desa/Kecamatan Kebonpedes.

Informasi dihimpun, perlintasan tersebut merupakan sebuah jalan gang kecil yang menghubungkan antara Kampung Gunung Batu dengan Babakan Sirna.

Baca Juga: Kronologi Pasutri Tewas Tertabrak KA Siliwangi di Sukabumi, Korban Sudah Diteriaki

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Aprindani mengatakan, bahwa perlintasan tersebut merupakan perlintasan liar yang sehari-harinya dimanfaatkan warga untuk jalan pintas.

“Perlintasan itu memang perlintasan yang tidak sah ataupun tidak terdaftar di PT KAI. Juga itu hanya perlintasan jalan pintas masyarakat warga desa Kebonpedes ataupun warga yang lainnya,” ujar Dadan kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

Menurut Dadan, di daerahnya ia catat total ada dua perlintasan liar. Meski begitu, kejadian ini baru pertama kalinya terjadi.

“Sebelumnya juga PT KAI sudah berkoordinasi bahwa memang jalan itu harus masyarakat yang meminta pakai portal, tetapi kan itu bukan jalan resmi,” ucapnya.

Dengan adanya peristiwa ini, ia mengimbau kepada warga setempat untuk tetap berhati-hati dan mengetahui jadwal perlintasan kereta api.

“Kedepannya mungkin himbauan ke warga untuk berhati-hati di jam jam tertentu mungkin pada saat lewat kereta api baik dari Sukabumi-Cianjur atau sebaliknya,” imbaunya.

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Ayep Hanapi membenarkan bahwa di lokasi kejadian tersebut merupakan perlintasan liar.

Demi keselamatan bersama, pihaknya berencana akan menutup perlintasan sebidang tersebut.

“Betul, perlintasan liar. Rencana kita tutup, sebelumnya sosialisasi dulu ke warga,” kata Ayep.

Dengan adanya kejadian ini, Ayep mengimbau masyarakat agar meningkatkan disiplin berlalu lintas saat melintasi perlintasan sebidang kereta api, baik yang dilengkapi palang pintu maupun tidak.

Ayep juga menyebut, bahwa di dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

“KAI berharap peran aktif semua pihak untuk dapat melakukan peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” tandasnya.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Nasional16 Juli 2024, 22:30 WIB

Dewan Kehormatan Pecat Ketum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Ini Alasannya

Dewan Kehormatan PWI Pusat resmi memberhentikan penuh Hendry Ch Bangun dari keanggotaannya.
Sosok Ketum PWI pusat Hendry Ch Bangun yang dipecat dewan kehormatan buntut penyalahgunaan kekuasaan. (Sumber Foto : PWI Pusat)
DPRD Kab. Sukabumi16 Juli 2024, 21:43 WIB

4 Pabrik di Sukabumi Gulung Tikar Gegara Krisis Ekonomi Global, Ini Respons DPRD

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar soal badai PHK dan empat pabrik tutup akibat resesi ekonomi global.
Hera Iskandar, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi | Foto : SU
Sehat16 Juli 2024, 21:15 WIB

KKI Sambut Aturan Baru Label Bahaya BPA, Desak BPOM Lakukan Sosialisasi

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyambut baik terbitnya revisi peraturan BPOM tentang label label peringatan bahaya BPA pada galon air minum.
Ilustrasi. BPOM terbitkan aturan baru terkait label peringatan bahaya BPD pada galon air minum bermerek dengan bahan polikarbonat. (Sumber : iStock)
Life16 Juli 2024, 21:00 WIB

7 Ciri Orang yang Memiliki Pengalaman Trauma Masa Kecil, Kamu Salah Satunya?

Memahami dan mengenali ciri-ciri orang yang memiliki pengalaman trauma masa kecil adalah langkah pertama yang penting dalam memberikan dukungan dan intervensi yang diperlukan.
Ilustrasi - Memahami dan mengenali ciri-ciri orang yang memiliki pengalaman trauma masa kecil adalah langkah pertama yang penting dalam memberikan dukungan dan intervensi yang diperlukan. (Sumber : pexels.com/@Min An).
Kecantikan16 Juli 2024, 20:30 WIB

Serum Wajah: Jenis, Manfaat dan Tips Memilih yang Cocok untuk Kulit

Serum wajah adalah tambahan yang efektif untuk rutinitas perawatan kulit, menawarkan manfaat yang spesifik untuk berbagai masalah kulit.
Ilustrasi. Serum untuk Perawatan Kulit Wajah (Sumber : Freepik/@freepik)
Sukabumi16 Juli 2024, 20:29 WIB

Heboh Tabung Sampel Darah dan Jarum Suntik Tercecer di Jalanan Parungkuda Sukabumi

Berikut kesaksian warga terkait penemuan barang diduga limbah medis berupa tabung sampel darah hingga jarum suntik bekas yang tercecer di Parungkuda Sukabumi.
Tabung sampel darah hingga jarum suntik ditemukan tercecer di jalan Kompa-Cipanggulaan, Parungkuda Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi16 Juli 2024, 20:16 WIB

UPTD PU Monitoring 3 Lokasi Pekerjaan Perbaikan Jalan di Jampangkulon Sukabumi

UPTD PU Wilayah Jampangkulon, melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan di bawah bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi
UPTD PU Jampangkulon Sukabumi lakukan monitoring pekerjaan perbaikan jalan | Foto : Ragil Gilang
Life16 Juli 2024, 20:00 WIB

6 Kisah Misteri Leuweung Sancang yang Disebut Tempat Menghilangnya Prabu Siliwangi

Leuweung Sancang, sebuah hutan lindung di Garut, Jawa Barat, menyimpan legenda yang erat kaitannya dengan sosok Prabu Siliwangi, raja ternama Kerajaan Padjajaran.
Ilustrasi - Leuweung Sancang, sebuah hutan lindung di Garut, Jawa Barat, menyimpan legenda yang erat kaitannya dengan sosok Prabu Siliwangi, raja ternama Kerajaan Padjajaran.  (Sumber : Pixabay.com/@AlanFrijns/Istimewa)
Sukabumi Memilih16 Juli 2024, 19:54 WIB

Kang Icak Buka Suara Soal Dukungan Golkar Ke Asep Japar di Pilkada Sukabumi

Politisi senior Golkar Jawa Barat, Phinera Wijaya, menyatakan bahwa partai Golkar memastikan akan mendukung kader dalam perhelatan Pilkada Kabupaten 2024.
Phinera Wijaya atau Kang Icak, Anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat | Foto : Asep Awaludin
Kecantikan16 Juli 2024, 19:30 WIB

9 Manfaat Masker Jelly untuk Perawatan Kulit Wajah dan Tips Menggunakannya

Masker jelly bisa membantu memberikan hidrasi mendalam dan membantu menjaga kelembaban kulit, menjadikan kulit tampak lebih segar dan kenyal.
Ilustrasi Memakai Masker Wajah (Sumber : Freepik/@freepik)