SUKABUMIUPDATE.com - Pendakwah Sholeh Mahmoed ata lebih dikenal Ustaz Solmed tengah menjadi sorotan usai dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri.
Hal ini dikarenakan inisial pelaku yaitu SAM yang membuat netizen berspekulasi kalau sosok itu adalah Ustaz Solmed. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan tengah tahap pemeriksaan.
Meski begitu, secara tegas suami April Jasmine itu membantah sosok SAM yang diduga adalah pelaku kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan menegaskan kalau sosok itu bukan dirinya.
Mengutip dari Suara.com, ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 2026, Solmed menyebut tuduhan yang dialamatkan netizen kepadanya adalah salah sasaran. Dia menjelaskan bahwa banyak orang salah mengira nama lengkapnya mengandung unsur "Ahmad" sehingga diidentikkan dengan inisial SAM.
"Itu adalah salah sasaran. Jadi SAM itu bukan saya. Mereka itu salah menduga, dipikir nama saya itu Soleh Ahmad Mahmud. Sejak kapan nama saya ada Ahmad-nya? Nama saya itu Sholeh Mahmoed Munawir," kata Ustaz Solmed dikutip dari Suara.com pada Rabu, (18/03/2026).
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksusal Pendakwah SAM Viral, Ustaz Solmed Bantah Bukan Dirinya
Persoalan ini bermula dari laporan seorang pengacara terkait dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang dilakukan oleh pendakwah kondang berinisial SAM.
Karena ciri-ciri yang disebutkan mengarah pada sosok yang sering muncul di televisi, netizen pun mulai berspekulasi dan menyerbu akun media sosial Ustaz Solmed.
Namun, ustaz yang juga pengoleksi mobil mewah ini mengaku sudah menjalin komunikasi langsung dengan pihak pelapor untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Malam harinya pelapor itu menelepon saya kalau SAM itu memang bukan saya, dan dia sebut SAM itu siapa. Dan saya tahu siapa yang dimaksud dengan SAM," ungkapnya.
Netizen 'Salah Lapak' dan Minta Maaf
Akibat tudingan liar di media sosial, kolom komentar Instagram Ustaz Solmed sempat dipenuhi hujatan. Namun, situasi berbalik setelah dia memberikan penjelasan mengenai identitas aslinya. Banyak netizen yang akhirnya menyadari kesalahan mereka dan menarik kembali ucapannya.
"Begitu saya klarifikasi, mereka justru meminta maaf. Bahkan ada yang bilang, 'Waduh salah lapak nih, kita putar balik yuk.' Itu menandakan mereka sudah tertipu oleh konten fitnah sehingga nyasar ke IG saya," kata pria 42 tahun tersebut.
Meski mengaku tidak merasa rugi secara materi, Solmed merasa perlu meluruskan informasi demi menjaga nama baiknya. Baginya, setiap bentuk fitnah yang tidak berdasar harus segera dibantah.
Baca Juga: Dai Kondang Pimpinan Ponpes di Cicantayan Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati
Ancam Lapor Polisi Habis Lebaran
Meskipun banyak yang sudah minta maaf, Ustaz Solmed tetap tidak tinggal diam terhadap akun-akun yang sengaja menggiring opini negatif. Dia mengaku telah mengantongi identitas dan bukti konten dari beberapa akun yang dianggap sebagai provokator pertama.
Tak main-main, ayah tiga anak ini sudah berkonsultasi dengan pihak kepolisian terkait rencana pelaporan tersebut. Namun, dia masih memberikan kesempatan atau deadline bagi para pemilik akun untuk menghapus konten mereka.
"Saya sudah kantongi namanya, saya sudah kantongi akunnya. Insya Allah habis lebaran saya akan ke Polda atau Mabes Polri untuk melaporkan akun-akun yang telah membuat fitnah. Saya berikan waktu sampai lebaran ini. Segera di-take down," ancamnya.
Dia menekankan bahwa langkah hukum ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban. Ustaz Solmed membuka pintu maaf jika para pemilik akun memiliki iktikad baik sebelum laporan resmi dibuat.
"Pikirkan baik-baik, silakan datang ke tempat saya, sampaikan pertanggungjawaban saudara. Jika tidak, insya Allah saya pastikan habis lebaran saya akan bawa persoalan ini ke kasus hukum untuk saudara bertanggung jawab di pengadilan," pungkasnya.
Sumber: Suara.com





