Beras Bisa Basi? Kenali Tanda Beras yang Sudah Tidak Layak Dikonsumsi

Sukabumiupdate.com
Kamis 17 Sep 2026, 12:00 WIB
Beras Bisa Basi? Kenali Tanda Beras yang Sudah Tidak Layak Dikonsumsi

Ilustrasi. Kenali Tanda Beras yang Sudah Tidak Layak Dikonsumsi Foto: Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Beras merupakan bahan makanan yang dapat disimpan cukup lama jika kondisi penyimpanannya tepat. Namun, bukan berarti beras akan selalu aman dikonsumsi meski sudah disimpan berbulan-bulan.

Beras mentah memang berbeda dengan nasi matang. Istilah basi lebih umum digunakan untuk nasi yang sudah dimasak, sedangkan beras mentah dapat mengalami kerusakan atau penurunan kualitas akibat kelembapan, jamur, serangga, maupun kondisi penyimpanan yang tidak sesuai. Lantas, seperti apa tanda beras yang sudah tidak layak dikonsumsi?

1. Muncul Jamur pada Beras

Salah satu tanda yang paling perlu diperhatikan adalah munculnya jamur. Beras yang mengalami pertumbuhan jamur dapat menunjukkan perubahan warna atau terdapat lapisan seperti serbuk maupun bercak pada permukaannya.

Jika beras sudah terlihat berjamur, sebaiknya jangan sekadar mengambil bagian yang terlihat rusak lalu menggunakan sisanya. Untuk keamanan, beras yang sudah menunjukkan pertumbuhan jamur sebaiknya dibuang.

Baca Juga: Bakteri E. coli dan Bacillus cereus Picu Keracunan, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

2. Beras Mengeluarkan Bau yang Tidak Biasa

Bau juga dapat menjadi petunjuk adanya perubahan pada bahan makanan. Beras yang masih dalam kondisi baik umumnya tidak memiliki bau menyengat atau bau busuk. Jika muncul aroma apek, asam, atau bau lain yang tidak biasa, kondisi tersebut patut diperhatikan.

Namun, jangan mencoba mencicipi beras yang sudah terlihat atau tercium mencurigakan hanya untuk memastikan apakah masih aman.

3. Beras Menjadi Lembap atau Menggumpal

Beras seharusnya berada dalam kondisi kering. Jika penyimpanan membuat beras terkena air atau kelembapan tinggi, teksturnya dapat berubah dan beras dapat menggumpal.

Kelembapan juga menjadi salah satu kondisi yang memungkinkan jamur berkembang. Karena itu, jangan menyimpan beras di tempat yang mudah terkena cipratan air atau menggunakan wadah yang masih basah.

4. Banyak Kutu atau Serangga

Beras yang disimpan terlalu lama atau kemasannya tidak terlindungi dapat mengalami infestasi serangga.

Tanda-tandanya bisa berupa adanya kutu hidup, serangga kecil, larva, atau kerusakan pada butiran beras. Kemasan yang berlubang juga dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas serangga.

5. Warna dan Tampilan Beras Berubah

Perubahan tampilan juga perlu diperhatikan. Beras yang mengalami kerusakan dapat menunjukkan perubahan warna, bercak, atau tampilan yang tidak seperti kondisi normalnya.

Namun, perubahan warna tidak selalu berarti beras pasti berbahaya. Jenis beras, varietas, dan proses pengolahan juga dapat memengaruhi warna. Karena itu, perubahan yang disertai bau aneh, kelembapan, atau tanda jamur perlu mendapat perhatian lebih.

Baca Juga: Jangan Asal Simpan Beras, Ini Kesalahan yang Bisa Memengaruhi Kualitasnya

6. Kemasan Rusak atau Berlubang

Jangan hanya memeriksa isi beras. Kondisi kemasan juga penting.

Kemasan yang robek, berlubang, atau tidak tertutup dengan baik dapat memungkinkan masuknya kelembapan maupun serangga. Jika kemasan rusak dan ditemukan tanda kontaminasi di dalamnya, sebaiknya periksa kondisi beras dengan teliti sebelum digunakan.

Ketika menemukan beras yang sudah berbau aneh atau menunjukkan tanda kerusakan, jangan mencicipinya untuk memastikan apakah masih bisa dimakan. Jika terdapat tanda kerusakan seperti jamur, pilihan yang lebih aman adalah membuang makanan tersebut.

Selain itu, perlu diingat bahwa makanan yang terlihat normal pun tidak selalu bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Karena itu, pemeriksaan tampilan bukan satu-satunya cara untuk memastikan keamanan pangan.

Jadi, beras mentah memang tidak basi seperti nasi matang, tetapi tetap dapat mengalami kerusakan. Jika sudah berjamur, berbau tidak normal, lembap, berubah secara mencurigakan, atau mengalami infestasi serangga yang parah, jangan memaksakan beras tersebut untuk dikonsumsi.

Baca Juga: FC Seoul Kalah dari Persib Bandung, Media Korea Soroti Strategi Kim Gi Dong di ACL Two 2026/2027

Sumber: FDA

Berita Terkait
Berita Terkini