SUKABUMIUPDATE.com - Kasus keracunan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian. Salah satu kasus terbaru menemukan Escherichia coli (E. coli) pada salah satu menu serta Bacillus cereus pada nasi.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa makanan yang terlihat normal belum tentu sepenuhnya aman. Kontaminasi bakteri dapat terjadi dalam berbagai tahap, mulai dari air yang digunakan, proses pencucian bahan, pengolahan, hingga penyimpanan makanan sebelum dikonsumsi.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makanan yang tidak aman dapat mengandung berbagai bahaya, termasuk bakteri, virus, parasit, bahan kimia, dan toksin. Karena itu, kebersihan makanan tidak hanya bergantung pada bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana makanan tersebut ditangani.
Tangan dan Peralatan yang Tidak Bersih
Salah satu jalur kontaminasi yang sering terjadi adalah melalui tangan, peralatan, dan permukaan tempat makanan diolah.
Tangan yang belum dicuci setelah memegang bahan mentah, pergi ke toilet, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi dapat membawa mikroorganisme ke makanan. Hal serupa dapat terjadi pada pisau, talenan, meja dapur, dan peralatan lain yang tidak dibersihkan dengan baik.
Baca Juga: Bakteri E. coli dan Bacillus cereus Picu Keracunan, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Makanan Mentah dan Matang Dicampur
Kontaminasi silang dapat terjadi ketika makanan mentah bersentuhan dengan makanan yang sudah matang atau siap dimakan.
Misalnya, talenan yang sebelumnya digunakan untuk memotong ayam mentah kemudian dipakai untuk memotong makanan matang tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Cairan dari daging, unggas, atau makanan laut mentah juga dapat membawa mikroorganisme dan berpindah ke makanan lain.
Makanan Tidak Dimasak hingga Matang
Memasak merupakan salah satu cara penting untuk mengurangi mikroorganisme berbahaya pada makanan. Namun, makanan yang tidak dimasak secara menyeluruh masih dapat membawa bakteri penyebab penyakit.
Memasak makanan secara menyeluruh, terutama daging, unggas, telur, dan makanan laut. Suhu sekitar 70 derajat Celsius pada bagian makanan dapat membantu memastikan makanan lebih aman dikonsumsi.
Makanan Dibiarkan Terlalu Lama pada Suhu Ruang
Bukan hanya proses memasak yang penting. Cara menyimpan makanan setelah matang juga dapat memengaruhi keamanan pangan.
Mikroorganisme dapat berkembang dengan cepat ketika makanan berada pada suhu yang memungkinkan pertumbuhannya. memasukkan pendinginan atau penyimpanan makanan secara tepat sebagai salah satu dari empat langkah utama mencegah keracunan makanan, yaitu Clean, Separate, Cook, dan Chill.
Baca Juga: Antisipasi Keracunan, Ini 7 Tanda Makanan Sudah Tidak Aman Dikonsumsi Meski Belum Bau
Air dan Bahan Baku Bisa Menjadi Sumber Kontaminasi
Kontaminasi juga dapat berasal dari bahan makanan atau air yang digunakan dalam proses pengolahan.
Buah dan sayuran yang dimakan mentah perlu dicuci dengan air yang aman. Bahan makanan yang sudah terkontaminasi sejak awal juga dapat membawa mikroorganisme ke dalam proses pengolahan.
Serangga dan Hewan Juga Bisa Membawa Mikroorganisme
Area pengolahan makanan yang tidak terlindungi dari serangga, hewan, atau lingkungan yang kotor juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi.
Cara Mencegah Makanan Terkontaminasi Bakteri
Untuk mengurangi risiko kontaminasi, kebiasaan sederhana dapat dilakukan sejak menyiapkan bahan hingga menyimpan makanan. WHO merangkum langkah tersebut dalam lima kunci keamanan pangan, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak hingga matang, menjaga makanan pada suhu aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, risiko makanan terkontaminasi bakteri dapat dikurangi. Sebab, makanan yang aman bukan hanya ditentukan oleh kualitas bahan, tetapi juga oleh kebersihan dan cara makanan tersebut diolah serta disimpan.
Baca Juga: Mual hingga Diare, Kenali Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai
Sumber: WHO













