Yusuf Maulana Menemukan Potensi Besar di Pelosok Jampangtengah Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Kamis 17 Sep 2026, 12:10 WIB
Yusuf Maulana Menemukan Potensi Besar di Pelosok Jampangtengah Sukabumi

Yusuf Maulana, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, bersama Nurjaman, warga Kampung Baru RT 06/01 Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Di sebuah kampung di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pengetahuan tentang tanaman tumbuh bukan dari bangku perguruan tinggi. Ia berkembang dari rasa ingin tahu seorang warga yang tak berhenti belajar.

Warga itu adalah Nurjaman, beralamat di Kampung Baru RT 06/01 Desa Panumbangan. Pendidikan formalnya hanya sampai Paket B. Namun keterbatasan tersebut tidak menghentikannya mempelajari pertanian, tumbuh-tumbuhan, hingga istilah ilmiah dan bahasa Latin yang berkaitan dengan dunia tanaman.

Potensi ini menarik perhatian Yusuf Maulana, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS. Di sela agenda kedewanan dan kegiatan pengawasan di wilayah Jampangtengah, Yusuf menyempatkan diri mengunjungi kediaman Nurjaman.

Perhatian Yusuf bermula dari konten Nurjaman di media sosial. Melalui sejumlah video yang dibagikannya, Yusuf melihat ketekunan warga kampung tersebut dalam mempelajari dunia tanaman sekaligus keberanian membagikan pengetahuannya kepada publik.

Baca Juga: Yusuf Maulana Dampingi Bedah Rumah Warga Gegerbitung, Satu Hunian Kembali Layak Dihuni

Bagi Yusuf, kemampuan semacam itu layak mendapat ruang untuk berkembang. Pendidikan formal yang terbatas, menurut dia, tidak semestinya menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengembangkan pengetahuan dan menghasilkan karya.

“Jangan sampai pengetahuan berhenti menjadi pengetahuan,” ujar Yusuf dalam pertemuan belum lama ini, dikutip sukabumiupdate.com pada 15 September 2026.

Ia berharap apa yang selama ini dipelajari Nurjaman dapat diarahkan menjadi karya, inovasi, atau kegiatan yang memberi manfaat lebih luas. Bahkan, pengetahuan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan.

“Harapannya, apa yang Kang Nurjaman pelajari bisa dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat, dikenal lebih luas, bahkan memberikan penghasilan,” katanya.

Pertemuan itu pun tidak berhenti pada apresiasi. Yusuf melihat perlunya pendampingan agar potensi Nurjaman tidak sekadar menjadi aktivitas di media sosial, tetapi dapat berkembang menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga diberikan kepada Dori, warga yang turut melihat potensi Nurjaman dan membantunya memperkenalkan kemampuan tersebut melalui media sosial, terutama TikTok dan Facebook.

Upaya itu mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan keterangan dalam pertemuan tersebut, konten TikTok Nurjaman sudah mulai menghasilkan pendapatan. Sementara akun Facebook Pro miliknya masih dalam proses menuju monetisasi.

Kisah Nurjaman memperlihatkan bahwa pengetahuan tidak selalu lahir dari ruang kelas. Di pelosok kampung pun, rasa ingin tahu dapat tumbuh menjadi kemampuan, jika diberi kesempatan untuk berkembang.

Bagi Yusuf, tantangannya adalah memastikan potensi seperti itu tidak berhenti sebagai cerita dari sebuah kampung. Ada jalan yang perlu dibuka agar pengetahuan warga dapat berkembang menjadi karya yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dari Jampangtengah, Yusuf menemukan satu pelajaran sederhana: keterbatasan pendidikan formal bukan akhir dari proses belajar. Kadang, potensi besar justru tumbuh jauh dari ruang-ruang yang selama ini dianggap sebagai pusat pengetahuan. (ADV)

Sumber: Siaran Pers

Berita Terkait
Berita Terkini