Jawab Tantangan Zaman, Nusa Putra University Buka S1 Fisioterapi Berbasis Digital dan Inovasi

Sukabumiupdate.com
Kamis 17 Sep 2026, 12:44 WIB
Jawab Tantangan Zaman, Nusa Putra University Buka S1 Fisioterapi Berbasis Digital dan Inovasi

Ilustrasi Fisioterapi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi terus memperluas bidang keilmuan dan pilihan pendidikan tinggi dengan menghadirkan Program Studi S1 Fisioterapi di bawah Fakultas Kesehatan dan Ilmu Hayati.

Program studi baru ini dirancang untuk menjawab perkembangan kebutuhan layanan kesehatan sekaligus mempersiapkan lulusan fisioterapi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki wawasan kewirausahaan.

Kehadiran S1 Fisioterapi menjadi bagian dari pengembangan pendidikan Nusa Putra University dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi klinis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan memanfaatkan teknologi kesehatan modern serta mengembangkan inovasi dan layanan fisioterapi.

Program Sarjana Fisioterapi ini memiliki masa studi selama 8 semester atau 4 tahun dengan gelar yang ditawarkan Bachelor of Physiotherapy (B.P.Th atau BPT). Salah satu karakteristik S1 Fisioterapi Nusa Putra University adalah adanya pilihan peminatan yang menghubungkan kompetensi fisioterapi dengan perkembangan teknologi dan dunia bisnis kesehatan.

Peminatan pertama adalah Fisioterapi Digital dan Inovasi Klinis. Peminatan ini berfokus pada integrasi ilmu fisioterapi klinis dengan pemanfaatan teknologi kesehatan modern atau Healthcare 4.0. Melalui peminatan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan kemampuan penalaran klinis (clinical reasoning) berbasis bukti ilmiah (Evidence-Based Practice) yang dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi interaktif.

Beberapa fokus keahlian yang dikembangkan antara lain penggunaan wearable sensors dan analisis data biomekanik atau gerak tubuh secara presisi, penerapan teknologi simulasi Virtual Reality (VR) dan Smart Rehabilitation, hingga pengelolaan layanan tele-rehabilitasi dan platform kesehatan digital untuk mendukung pemantauan pasien dari jarak jauh. Kompetensi tersebut membuka peluang karier bagi lulusan, antara lain sebagai Digital Physiotherapy Manager, Smart Rehabilitation Research Assistant, Biomechanics Data Analyst, Clinical Trial Assistant, hingga konsultan tele-rehabilitasi. Sementara itu, peminatan kedua adalah Kewirausahaan Pelayanan Fisioterapi Bisnis Global atau Digital Physiopreneurship.

Peminatan ini berfokus pada pembentukan jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, dan manajemen manajerial berbasis teknologi di sektor kesehatan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi praktisi, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi inovator dan pengembang bisnis layanan fisioterapi yang dapat berkembang di pasar nasional maupun global.

Fokus keahlian dalam peminatan ini mencakup manajemen operasional, kepemimpinan organisasi, penjaminan mutu klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan digital, serta perencanaan bisnis dan strategi pemasaran digital. Mahasiswa juga akan mendapatkan pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada teknologi kesehatan serta komunikasi edukatif berbasis media digital. Lulusan dari peminatan ini memiliki peluang untuk berkembang sebagai Digital Physiopreneur, pendiri atau pengembang startup kesehatan, Digital Health Service Manager, Healthcare Quality Improvement Officer, maupun konsultan bisnis fisioterapi global.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Nusa Putra University Dr. Samsul Pahmi menilai kehadiran Program Studi S1 Fisioterapi merupakan langkah pengembangan akademik yang diarahkan untuk menjawab perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi di sektor kesehatan.

“Pengembangan Program Studi S1 Fisioterapi merupakan bagian dari komitmen Nusa Putra University untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Fisioterapi saat ini tidak hanya membutuhkan kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan memahami teknologi, data, inovasi layanan, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan fisioterapi dengan teknologi digital dan kewirausahaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat profesi fisioterapi secara lebih luas.

“Melalui peminatan Fisioterapi Digital dan Inovasi Klinis serta Kewirausahaan Pelayanan Fisioterapi Bisnis Global, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang lebih luas. Harapannya, lulusan tidak hanya siap menjalankan praktik profesional, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan layanan kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa lingkungan akademik Nusa Putra University juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus belajar, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Program S1 Fisioterapi Nusa Putra University terbuka bagi lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan yang relevan, di antaranya SMA IPA, SMA IPS, SMA Bahasa, MA IPA/IPS, SMK Kesehatan, SMK Administrasi Perkantoran, SMK Manajemen, SMK Akuntansi, serta jurusan terkait lainnya sesuai persyaratan penerimaan program.

Dengan masa studi 8 semester atau 4 tahun, mahasiswa akan diarahkan untuk membangun fondasi keilmuan fisioterapi sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai peminatan yang tersedia. Kehadiran program studi baru ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, fisioterapi, teknologi, inovasi, maupun pengembangan bisnis layanan kesehatan. (*)

Berita Terkini