SUKABUMIUPDATE.com – Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Sukabumi, Nurkosim, membantah tudingan adanya penggelapan alat mesin pertanian (alsintan) berupa Traktor Roda Empat (TR4) bantuan pemerintah yang sebelumnya diberikan kepada Kelompok Tani Arsina, Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.
Bantahan tersebut disampaikan Nurkosim menyusul viralnya pemberitaan mengenai keberadaan TR4 yang kini berada di wilayah Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi.
Nurkosim menegaskan, keberadaan TR4 di luar wilayah Kelompok Tani Arsina bukan karena digelapkan atau dipindahtangankan, melainkan dipinjamkan untuk membantu kelompok tani lain yang membutuhkan alat tersebut untuk mengolah lahan pertanian.
“Terkait pemberitaan adanya alsintan yang direkomendasikan oleh Tani Merdeka dengan berbagai narasi seperti itu, penggelapan, kami dari Tani Merdeka menegaskan bahwa itu tidak benar. Kami sebagai penyalur bantuan TR4 dari pemerintah tersebut tidak merasa menggelapkan alat tersebut,” kata Nurkosim kepada sukabumiupdate.com pada Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Gunung Luhur Sukamakmur, Pilihan Pendakian Singkat untuk Menikmati Panorama Bogor
Menurutnya, TR4 tersebut memang merupakan bantuan yang diperuntukkan bagi Kelompok Tani Arsina di Desa Hegarmulya. Namun, alat tersebut dinilai belum dapat dimanfaatkan secara optimal di wilayah Cidadap karena kondisi lahan pertanian yang sebagian besar memiliki kontur terasering.
“Yang benar itu justru dipinjamkan atau diperbantukan kepada kelompok tani lain yang sedang membutuhkan alat tersebut untuk olah lahan pertanian di wilayahnya,” ujarnya.
Nurkosim menjelaskan, setelah bantuan diterima, TR4 tersebut belum sempat digunakan secara optimal oleh Kelompok Tani Arsina karena kondisi lahan di wilayah Hegarmulya dinilai tidak sesuai dengan karakteristik penggunaan traktor roda empat.
“Memang alat tersebut milik Kelompok Tani Arsina Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap. Namun di sana tidak dapat digunakan akibat kontur tanah pertanian yang terasering atau tidak cocok untuk menggunakan alat tersebut. Akhirnya alat nganggur dan belum pernah dipakai,” jelasnya.
Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan untuk memanfaatkan TR4 di wilayah lain yang membutuhkan. Nurkosim mengatakan, alat tersebut sempat dipinjamkan untuk mendukung pengolahan lahan pertanian di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Gunungguruh, kemudian Pabuaran, hingga Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
“Pertama dipinjamkan ke wilayah Kecamatan Gunungguruh, terus ke wilayah Kecamatan Pabuaran, lanjut ke Kecamatan Ciracap,” katanya.
Baca Juga: Legok Kuring Sukabumi, Ada Spot Wisata Alam Menarik di Kawasan Cinumpang
Sebelumnya, Kepala BPP Kecamatan Cidadap Bayu Rustandi juga menyebut TR4 tersebut merupakan bantuan yang diusulkan melalui organisasi Tani Merdeka untuk Kelompok Tani Arsina. Bantuan tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian dan didistribusikan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi sekitar Juni 2025.
Sempat Mogok Saat Hendak Dikembalikan
Nurkosim melanjutkan, persoalan kemudian muncul ketika TR4 tersebut hendak dikembalikan ke Kelompok Tani Arsina di Cidadap setelah digunakan di sejumlah wilayah. Saat masih berada di wilayah Ciracap, alat mengalami gangguan teknis pada bagian kopling sehingga tidak dapat langsung dibawa kembali.
“Pada saat alat masih berada di wilayah Ciracap dan mau dikembalikan ke Cidadap, alat mengalami trouble atau mogok, slip kopling. Jadi alat sempat bermalam di beberapa tempat dalam perjalanan itu sampai kurang lebih tiga minggu karena harus diservis dulu, memanggil montir dan sebagainya,” ungkapnya.
Karena kondisi tersebut, Nurkosim kemudian mengambil inisiatif menggunakan jasa towing atau mobil pengangkut untuk membawa TR4 kembali ke wilayah Cidadap.
Namun, menurut dia, rencana tersebut kembali terkendala karena akses menuju lokasi kelompok tani di Cidadap tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan pengangkut. Akhirnya, TR4 diturunkan dan dititipkan di wilayah Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog.
Baca Juga: Lansia di Cicantayan Sukabumi Ditemukan Membusuk dalam Rumah, Jenazah Dibawa ke RS Polri
“Karena akses jalan ke Cidadap tidak memungkinkan, maka TR4 disimpan di wilayah Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog. Sampai sekarang masih di sana alatnya dan sudah saya serahkan ke kelompok bahwa alat sudah di situ, memang dalam keadaan koplingnya slip,” jelas Nurkosim.
Nurkosim juga membantah adanya praktik penyewaan TR4 untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun keuntungan organisasi. Menurutnya, penggunaan alat di sejumlah wilayah merupakan bentuk peminjaman atau bantuan kepada kelompok tani lain yang membutuhkan.
“Di sini tidak ada penyewaan alat, yang ada biaya operasional mobilisasi alat saja untuk kebutuhan BBM dan operator alat saja,” tegasnya.
Ia mengatakan, sebelum alat dipinjamkan kepada kelompok tani di wilayah lain, pihaknya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Kelompok Tani Arsina, BPP, Dinas Pertanian maupun pihak terkait lainnya.
“Selain itu, sebelum alat ini dipinjamkan juga kami koordinasi dulu sama Kelompok Tani Arsina, BPP, Dinas dan pihak terkait lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Nurkosim juga menilai pemanfaatan TR4 di wilayah lain merupakan bagian dari upaya agar bantuan pemerintah tersebut tidak menganggur ketika belum dapat digunakan oleh kelompok penerima.
“Intinya kami dari Tani Merdeka yang juga merasa memiliki tanggung jawab atas alat tersebut. Ketika ada kelompok tani lain yang tidak memiliki alat tapi membutuhkan alat untuk olah lahan, masa tidak dipinjamkan. Kebetulan alat itu juga kan tidak dipakai di wilayah Cidadap,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan alsintan pemerintah memiliki jumlah terbatas sehingga keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi petani. Nurkosim berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada polemik mengenai keberadaan alat, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan TR4 dapat kembali berfungsi dan dimanfaatkan secara optimal.
“Saya selaku Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Sukabumi berharap, mengingat TR4 atau alsintan ini adalah bantuan dari pemerintah, maka alangkah lebih baiknya keberadaan alat ini juga dapat dirasakan manfaatnya oleh petani lainnya yang belum memiliki alat, karena memang terbatas juga bantuannya,” pungkasnya.













