SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, tradisi silaturahmi membuat banyak keluarga saling berkunjung dan berkumpul. Momen ini menjadi waktu yang penuh kebahagiaan, terutama bagi anak-anak yang sering menjadi pusat perhatian karena tingkahnya yang menggemaskan.
Namun di balik kehangatan tersebut, orang tua perlu tetap waspada. Interaksi yang cukup intens dengan banyak orang saat Lebaran dapat meningkatkan risiko penularan penyakit pada anak. Tidak jarang tamu yang datang merasa gemas lalu mencium, menggendong, atau memeluk anak secara bergantian. Padahal, kontak fisik yang terlalu sering dengan banyak orang dapat meningkatkan potensi penyebaran penyakit menular.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Bunga untuk Dekorasi Ruang Tamu Saat Lebaran, Wangi dan Penuh Makna
Kasus Penyakit Menular Masih Menjadi Perhatian
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Campak, yang dikenal sebagai penyakit menular dan mudah menyebar. Penyakit ini dapat menular melalui percikan air liur ketika seseorang batuk, bersin, atau melakukan kontak dekat dengan penderita.
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa kasus campak di Indonesia masih menjadi perhatian. Sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Sementara hingga minggu ke-7 tahun 2026 telah dilaporkan 8.224 kasus suspek dan 572 kasus terkonfirmasi di berbagai daerah.
Selain itu, pada awal tahun 2026 juga dilaporkan sejumlah kejadian luar biasa (KLB) campak di beberapa provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa penularan penyakit tersebut masih terjadi di masyarakat.
Para ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Dalam beberapa kasus, satu penderita bahkan dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan.
Baca Juga: Campak Meningkat Jelang Lebaran, Ini Cara Sopan Mengingatkan Tamu agar Tidak Mencium Anak
Anak Termasuk Kelompok Rentan
Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan tertular penyakit menular. Sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa, terutama jika belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, imunisasi campak-rubella (MR) sangat penting untuk membantu melindungi anak dari risiko penularan penyakit ini. Cakupan imunisasi yang belum merata dapat membuat penyebaran campak masih terjadi di berbagai wilayah.
Karena itu, orang tua disarankan untuk lebih berhati-hati ketika anak berinteraksi dengan banyak orang, terutama saat momen berkumpul seperti Lebaran.
Baca Juga: Muhammad Jaenudin Dorong Penguatan Sektor Pertanian di Mekarjaya Sukabumi
Tips Melindungi Anak dari Penularan Penyakit Saat Lebaran
Agar anak tetap sehat selama momen silaturahmi, orang tua dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut:
- Batasi kontak fisik berlebihan. Sebisa mungkin hindari kebiasaan mencium atau menggendong anak secara bergantian oleh banyak orang.
- Pastikan anak mendapat imunisasi. Imunisasi membantu tubuh anak membentuk kekebalan terhadap berbagai penyakit menular, termasuk campak.
- Jaga kebersihan tangan. Pastikan tangan bersih sebelum menyentuh anak. Orang tua juga bisa menyediakan hand sanitizer untuk tamu.
- Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Jika ada tamu yang sedang batuk, pilek, atau demam, sebaiknya batasi interaksi dengan anak.
- Ingatkan tamu dengan cara sopan. Jika ada tamu yang ingin mencium atau menggendong anak, orang tua dapat mengingatkan dengan cara yang halus demi menjaga kesehatan si kecil.
Lebaran memang menjadi momen penting untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan kerabat. Namun di tengah meningkatnya risiko penyakit menular, menjaga kesehatan anak tetap menjadi prioritas.
Dengan langkah pencegahan sederhana dan kesadaran bersama, momen Hari Raya Idul Fitri tetap bisa dirayakan dengan hangat tanpa mengabaikan kesehatan anak-anak
Sumber: Berbagai Sumber




