3 Fakta Menarik di Balik Hasil Imbang Chelsea vs Burnley

Sukabumiupdate.com
Minggu 22 Feb 2026, 06:23 WIB
3 Fakta Menarik di Balik Hasil Imbang Chelsea vs Burnley

Aksi Joao Pedro saat membela Chelsea menghadapi Burnley di Liga Inggris (Sumber: web/chelsea.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Chelsea harus puas ditahan imbang Burnley 1-1 di pekan ke-27 Liga Inggris pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 22.00 WIB, di Stadion Stamford Bridge. Di laga ini tim asuhan Liam Rosenior harus bermain dengan 10 pemain setelah Wesley Fofana menerima kartu merah. Sementara itu, Gol Zian Flemming menit 90+3 buyarkan kemenangan The Blues yang sudah di depan mata. 

The Blues sebetulnya unggul terlebih dahulu lewat aksi Joao Pedro setelah menerima umpan matang Joao Pedro di menit 4. Pemain asal Brasil tersebut berhasil menyontek bola di depan gawang yang dijaga Martin Dubravka. Ini merupakan gol ke-33 Pedro bersama Chelsea dari 116 pertandingan. 

Baca Juga: Mau Mudik Gratis? Pemprov Jabar Siapkan 74 Bus untuk Lebaran 2026, Cek Cara Daftarnya di Sini!

Meski naik satu peringkat melewati Manchester United, raihan kedua tim tetap sama yaitu mengoleksi 45 poin. Selain itu, Chelsea harus menelan dua hasil imbang secara beruntun. Posisi tersebut diprediksi akan kembali diambil alih United jika mampu mengalahkan Everton pada Selasa nanti. Sementara Burnley masih menempati peringkat ke-19 dengan 19 poin. 

Melansir dari bbc.com, Berikut 3 Fakta Menarik hasil Imbang Chelsea vs Burnley;

1. Kartu Merah dan Chelsea

Mereka juga kini memiliki enam kartu merah musim ini, jumlah tertinggi di liga, setelah Wesley Fofana diusir pada menit ke-72. Chelsea kini telah menyamai rekor kartu merah terbanyak mereka dalam satu musim Liga Inggris, setara dengan catatan pada musim 2007/2008. 

Kekalahan dari Manchester United FC, Brighton & Hove Albion FC, dan Fulham FC sebagian besar dipengaruhi kartu merah yang diterima sejak awal pertandingan, membuat Chelsea kesulitan mengembangkan permainan.

Baca Juga: Polisi Sinkronkan Keterangan 16 Saksi dan Temuan Medis Kasus Kematian NS di Jampangkulon

Namun, situasinya berbeda saat menghadapi Arsenal FC pada November lalu. Meski Moises Caicedo harus meninggalkan lapangan lebih cepat, Chelsea mampu menunjukkan respons positif dan tetap mengamankan hasil imbang di kandang.

Minim Poin di Kandang

Chelsea tercatat telah kehilangan 17 poin dari posisi unggul saat bermain di kandang dan total 19 poin sepanjang musim ini. Catatan tersebut menjadi yang terburuk kedua di Liga Inggris, hanya lebih baik dari West Ham United yang sudah membuang 20 poin dari situasi serupa.

Masalah ini tak hanya dipicu oleh kartu merah, tetapi juga karena kegagalan mempertahankan keunggulan. Lemahnya penyelesaian dalam meredam serangan lawan serta kesalahan lini belakang terutama dalam mengantisipasi bola mati menjadi faktor utama yang membuat banyak kehilangan poin. 

Baca Juga: Distanhorti Jabar Sosialisasikan Kredit Usaha Alsintan di Rancaekek, Dorong Modernisasi Pertanian

Nasib Liam Rosenior

Chelsea disambut sorakan kekecewaan saat peluit panjang dibunyikan, dan reaksi Rosenior seakan menjadi sinyal bahwa situasi memanas kembali terjadi di internal tim setelah meraih dua hasil imbang. 

Meski demikian, awal yang Ia catat dalam 11 laga awal terbilang cukup menjanjikan bagi pelatih asal Inggris tersebut. Namun, Liam datang ke klub yang sejak awal sudah berada dalam situasi penuh tekanan dengan nyanyian bernada kritik terhadap kepemilikan klub kian lantang terdengar, sementara aksi protes yang sebelumnya berada di pihak manajemen saat ini mulai merambah ke pendukung. 

Sumber: bbc.com

Berita Terkait
Berita Terkini