SUKABUMIUPDATE.com - Campak (rubeola) adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat dicegah melalui vaksinasi. Virus ini menyebar melalui tetesan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Meski kini jarang terjadi di beberapa negara berkat program imunisasi, campak masih menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada bayi dan anak-anak.
Campak ditandai dengan demam tinggi dan ruam khas yang biasanya muncul pertama kali di wajah atau garis rambut, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Siapa yang Bisa Terkena Campak?
Campak paling sering menyerang anak-anak. Risiko lebih tinggi dialami oleh individu yang belum divaksinasi, hanya menerima kurang dari dua dosis vaksin MMR, atau baru bepergian ke daerah dengan kasus campak aktif. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih rentan.
Baca Juga: 12 Cara Efektif Mengatasi Insomnia agar Tidur Lebih Nyenyak dan Berkualitas
Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul 7 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Keluhan yang sering terjadi meliputi:
- Demam tinggi hingga lebih dari 104 derajat Fahrenheit
- Batuk dan pilek
- Mata merah atau konjungtivitis
- Bintik putih kecil di dalam mulut (bintik Koplik) yang muncul 2–3 hari setelah gejala awal
- Ruam merah datar yang muncul 3–5 hari setelah gejala dimulai
Ruam campak biasanya dimulai di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, terkadang disertai benjolan kecil. Setelah beberapa hari, ruam akan memudar secara bertahap.
Diagnosis Campak
Dokter akan mencurigai campak pada pasien dengan demam, ruam, serta riwayat paparan atau perjalanan ke luar negeri. Diagnosis dikonfirmasi melalui tes darah atau usap hidung dan tenggorokan yang diperiksa di laboratorium.
Baca Juga: Gol Tunggal Andrew Jung Pastikan Kemenangan Persib atas Persis Solo
Pengobatan dan Perawatan Campak
Tidak ada obat antivirus khusus untuk campak. Pada kasus berat, anak-anak dapat diberikan vitamin A. Vaksin MMR yang diberikan dalam waktu 72 jam setelah paparan dapat membantu mencegah gejala berat.
Perawatan di rumah meliputi istirahat cukup, minum banyak cairan, makan bergizi, serta penggunaan obat penurun demam seperti asetaminofen atau ibuprofen. Campak sangat menular, dengan tingkat infeksi hingga 90% pada orang yang tidak memiliki kekebalan.
Komplikasi dan Pencegahan
Komplikasi lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun, orang dewasa di atas 20 tahun, ibu hamil, dan individu dengan imunitas lemah. Komplikasi umum meliputi infeksi telinga dan diare, sedangkan komplikasi serius termasuk pneumonia, ensefalitis, dan SSPE yang dapat muncul 7–10 tahun setelah infeksi.
Vaksin MMR adalah langkah pencegahan paling efektif. Dua dosis vaksin efektif sekitar 97%, sedangkan satu dosis sekitar 93%. Saat ini, vaksin diberikan pada usia 12–15 bulan dan 4–6 tahun.
Baca Juga: Meski Menang, Bojan Hodak Soroti Penyelesaian Akhir Persib
Dengan vaksinasi yang tepat, risiko campak dapat ditekan secara signifikan dan komplikasi berbahaya dapat dicegah.
Sumber: verywellhealth



