6 Cara Mudah Menghentikan Muntah dan Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Sakit

Sukabumiupdate.com
Minggu 30 Nov 2025, 10:00 WIB
6 Cara Mudah Menghentikan Muntah dan Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Sakit

Ilustrasi Cara Mudah Menghentikan Muntah dan Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Sakit (Sumber: Freepik/@stockking)

SUKABUMIUPDATE.com - Muntah adalah reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang dianggap berbahaya, namun kondisi ini bisa sangat mengganggu, melelahkan, dan berisiko menyebabkan dehidrasi. Karena itu, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang aman dan efektif untuk meredakan mual, menghentikan muntah, dan membantu tubuh pulih dengan cepat.

Cara Menghentikan Muntah 

1. Pentingnya Tetap Terhidrasi

Saat muntah, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Kekurangan cairan ringan saja dapat memperburuk mual, memicu pusing, membuat tubuh terasa lemas, bahkan memperlambat proses penyembuhan. Untuk itu, konsumsi cairan bening secara perlahan adalah langkah pertama yang paling penting.

Pilihan cairan yang aman antara lain:

  • Air putih
  • Minuman elektrolit
  • Kaldu ayam atau sayuran
  • Ginger ale datar (tidak berkarbonasi)
  • Jus buah yang diencerkan
  • Air kelapa
  • Serutan es atau es batu kecil

Saat perut masih sensitif, minumlah hanya beberapa sendok teh setiap 5-10 menit. Minum terlalu banyak sekaligus justru dapat memicu muntah ulang. Jika selama lebih dari 24 jam tidak mampu menahan cairan apa pun, segera hubungi tenaga medis.

Baca Juga: Tahapan Perkembangan Bayi 5 Bulan dan Cara Mendukungnya Agar Optimal

Teh herbal juga bisa membantu meredakan mual, seperti teh jahe, peppermint, chamomile, atau adas. Seduh ringan jika tidak kuat rasa yang tajam.

2. Konsumsi Makanan Hambar

Setelah muntah mereda dan cairan sudah bisa ditahan, barulah tubuh siap menerima makanan. Pilih makanan hambar yang ringan, tidak asam, rendah lemak, dan mudah dicerna. Beberapa pilihan terbaik meliputi:

  • Pisang
  • Nasi
  • Saus apel
  • Roti panggang
  • Kerupuk tawar
  • Kentang rebus
  • Sereal
  • Pasta polos
  • Ayam tanpa bumbu

Prinsip ini dikenal sebagai diet BRAT (banana, rice, applesauce, toast), namun perlu diingat bahwa diet ini tidak boleh digunakan terlalu lama karena kurang nutrisi.

3. Teknik Akupresur untuk Meredakan Mual

Akupresur adalah cara sederhana untuk membantu mengurangi rasa ingin muntah. Titik paling populer adalah P-6 (Neiguan) yang terletak di bagian dalam pergelangan tangan. Menekan titik ini selama 2–3 menit diyakini dapat mengirim sinyal ke otak untuk menenangkan sistem pencernaan.

Baca Juga: 7 Tanda Bayi Kuning yang Berbahaya dan Tidak Boleh Diabaikan

Caranya:

1. Hadapkan telapak tangan ke atas.

2. Letakkan tiga jari tangan satunya di bawah lipatan pergelangan tangan.

3. Temukan dua tendon besar.

4. Tekan bagian di antara tendon tersebut.

5. Pijat perlahan selama beberapa menit.

Ulangi pada pergelangan tangan lainnya jika diperlukan.

4. Aromaterapi yang Membantu Mengurangi Mual

Beberapa minyak esensial memiliki aroma yang menenangkan perut, seperti peppermint, jahe, lavender, lemon, atau cengkeh. Anda dapat menghirup aromanya melalui diffuser atau mencampurkannya ke dalam air panas untuk menguapkan aroma. Jangan menelan minyak esensial karena dapat berbahaya.

5. Istirahat dan Hindari Pemicu

Setelah muntah, beri waktu perut untuk beristirahat. Duduk tenang, hindari banyak bergerak, dan jangan langsung berbaring setelah makan. Selain itu, kenali pemicu mual seperti bau menyengat, makanan berlemak, kondisi stres, atau ruangan panas. Gunakan ventilasi yang baik, hindari aroma memicu, dan makan dalam suasana tenang.

6. Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika:

  • Muntah lebih dari 24 jam
  • Tidak bisa menahan cairan sama sekali
  • Ada darah dalam muntah
  • Demam tinggi
  • Nyeri perut parah
  • Tanda dehidrasi berat
  • Terjadi kebingungan atau kejang

Sumber: verywellmind

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini