Tanaman Jelatang: Nutrisi dan 5 Khasiatnya untuk Mengobati Beragam Penyakit

Rabu 08 Mei 2024, 21:00 WIB
Ilustrasi - Jelatang adalah tanaman kurus dari keluarga jelatang yang disebut Urticaceae. (Sumber : pexels.com/@Simon Gough).

Ilustrasi - Jelatang adalah tanaman kurus dari keluarga jelatang yang disebut Urticaceae. (Sumber : pexels.com/@Simon Gough).

SUKABUMIUPDATE.com - Jelatang adalah tanaman kurus dari keluarga jelatang yang disebut Urticaceae. Nama ilmiahnya adalah Urtica dioica ( U. dioica ). Jelatang umumnya ditemukan di Eropa, Amerika Utara, Afrika, dan Asia, tetapi juga tumbuh di belahan dunia lainnya.

Jelatang mengandung berbagai zat yang mungkin bertanggung jawab atas beragam manfaat kesehatan. Dihimpun dari verywellhealth, berikut adalah khasiat dari mengonsumsi tanaman jelatan.

Nutrisi

Jelatang adalah sumber nutrisi. Dalam porsi 1 cangkir, jelatang mengandung nutrisi berikut. 

  • Karbohidrat 6.67 gram
  • Serat 6.14 gram
  • Protein 2.41 gram
  • Gemuk 0,098 gram
  • Kalsium 428 miligram
  • Tembaga 0,068 miligram
  • Besi 1.46 miligram
  • Magnesium 50.7 miligram
  • mangan 0,693 miligram
  • Fosfor 63.2 miligram
  • Kalium 297 miligram
  • Selenium 0,267 mikrogram
  • Sodium 3.56 miligram
  • vitamin A 89.9 mikrogram setara aktivitas retinol (RAE)
  • Vitamin B1 ( Tiamin ) 0,007 miligram
  • Vitamin B2 (Riboflavin) 0,142 miligram
  • Vitamin B3 ( Niasin ) 0,345 miligram
  • Vitamin B6 (piridoksin) 0,092 miligram
  • Vitamin B9 ( Folat Total ) 12.5 mikrogram
  • Vitamin K (Filokinon) 444 mikrogram

Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari Jika Anda Menderita Asam Lambung

Manfaat Jelatang

1. Alergi

Para ilmuwan menggunakan jelatang kering beku untuk alergi selama satu minggu. Dalam penelitian kecil ini, jelatang meredakan alergi lebih baik daripada plasebo (zat yang tidak mengandung obat). 

Meskipun hasilnya positif, penelitian di masa depan dengan studi yang lebih besar dan jangka panjang diperlukan untuk memahami efek jelatang dengan lebih baik. 

2. Radang Sendi

Daun jelatang dilaporkan mengurangi gejala radang sendi. Dalam sebuah artikel ulasan menyebutkan uji klinis kecil yang mempelajari efek jelatang rebus yang dikombinasikan dengan diklofenak, bahan aktif dalam merek seperti Cambria (oral) dan Voltaren (topikal, artinya pada kulit). 

Baca Juga: Tantangan di Balik Piring: Memahami 9 Alergi Makanan yang Paling Umum Terjadi

3. Gagal Jantung dan Insufisiensi Vena Kronis

Dalam sebuah artikel ulasan, hasil penelitian kecil mendukung potensi penggunaan jus ramuan jelatang untuk gagal jantung (HF) dan insufisiensi vena kronis (CVI) . Dalam uji klinis kecil, jus ramuan jelatang bertindak seperti diuretik (pil air). 

Jadi, beberapa peserta penelitian memiliki volume (jumlah) urin harian yang lebih besar. Dengan berkurangnya retensi air, para peserta juga memiliki berat badan dan tekanan darah yang sedikit lebih rendah. 

4. Kesehatan Jantung dan Diabetes

Sebuah artikel ulasan menyebutkan uji klinis kecil yang mempelajari efek ekstrak jelatang tertentu pada peserta dengan diabetes tipe 2 selama delapan minggu.

Baca Juga: Mengenal Diare: Penyebab, Gejala, Mencegah dan 8 Cara Mengobatinya

Jika dibandingkan dengan plasebo, ekstrak jelatang menurunkan gula darah dan trigliserida puasa (sebelum makan) sekaligus meningkatkan kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL) (“kolesterol baik”).

Selain itu, ekstrak jekatang tersebut meningkatkan kadar oksida nitrat (NO). NO adalah gas alami. Di dalam tubuh manusia, NO dapat mengendurkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Dan rendahnya kadar NO dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi terkait diabetes, seperti penyakit jantung.

Faktanya, hasil penelitian kecil ini mendukung penambahan ekstrak jelatang ke dalam standar perawatan diabetes untuk membatasi komplikasi, seperti faktor risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.

Baca Juga: Hati-hati Kalau Gak Mau Mulas! 5 Makanan yang Dapat Menyebabkan Diare

5. Asam Urat

Jelatang adalah fitonutrien anti-inflamasi yang kuat, dan Anda bisa membelinya dalam bentuk teh.Tinjauan pengobatan herbal yang umum digunakan, termasuk jelatang , yang diterbitkan dalam Toksikologi dan Farmakologi Terapan, menyampaikan kedudukan jelatang sebagai makanan anti-inflamasi . 

Anda bisa membeli jelatang sebagai suplemen atau meminumnya sebagai teh, dan itu bagus untuk menghilangkan asam urat.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi Memilih31 Mei 2024, 00:01 WIB

KPU Pastikan Gunakan Kembali Sirekap untuk Pilkada 2024

KPU sedang menyusun daftar perbaikan untuk fitur di Sirekap agar bisa digunakan kembali pada Pilkada 2024.
Aplikasi sirekap Pemilu dipakai kembali KPU di Pilkada 2024. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 23:25 WIB

3 Kampus di Sukabumi Raih Peringkat Perguruan Tinggi Terpopuler Versi UniRank

UniRank merilis sebanyak 596 Perguruan Tinggi yang memenuhi kriteria seleksi. Dari sejumlah tersebut, tiga diantaranya Perguruan Tinggi yang ada di Sukabumi.
Kampus Universitas Nusa Putra Sukabumi | Foto : Istimewa
Sukabumi30 Mei 2024, 23:20 WIB

Nabung Rp30 Ribu Selama 10 Tahun, Tukang Batu Asal Sukabumi Wujudkan Mimpi Naik Haji

Cerita Abad, tukang batu asal Surade Sukabumi sisihkan penghasilan selama 10 tahun agar bisa mewujudkan mimpinya naik haji.
Kisah tukang batu asal Surade Sukabumi bernama Abad (66 tahun). Menanti hingga 10 tahun untuk bisa mewujudkan mimpinya naik haji. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 22:46 WIB

Replika Gigi Megalodon Surade Sukabumi Hilang dan Patah

Replika ini dibuat sesuai dengan apa yang ditemukan oleh masyarakat Desa Gunung Sungging, bahkan giginya disesuaikan dengan jumlah yang ditemukan, yakni sebanyak 242 buah berjejer pada rahang atas dan bawah.
Replika fosil rahang Megalodon, giginya hilang dan patah | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi30 Mei 2024, 22:30 WIB

Rawan Kecelakaan, PU Pasang Rambu Peringatan di Jalan Amblas Simpenan Sukabumi

Dinas PU Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu memasang sejumlah rambu peringatan di jalan amblas yang berada di Simpenan Sukabumi.
Dinas PU Kabupaten Sukabumi pasang rambu peringatan di ruas jalan amblas di Simpenan. (Sumber : Istimewa)
Jawa Barat30 Mei 2024, 22:02 WIB

Kisah Adu Kesaktian Mbah Karang Bolong Melawan Jawara Jongos VOC di Pesisir Sukabumi

Pantai Karang Bolong yang berada diperbatasan Desa Cidahu Kecamatan Cibitung dan Desa Sukatani Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menjadi saksi pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan keturunan kerajaan Cirebon.
Ilustrasi pertempuran antara Rd.Mas Martanagara alias Mbah Partadilaga atau Mbah Karang Bolong dengan Mbah Brojonoto terjadi dipesisir Pantai Karang Bolong | Foto : Dok Okezone dari Antara
Sukabumi30 Mei 2024, 21:23 WIB

Bahagianya Mak Paraji Warga Surade Sukabumi, Motor Kembali Usai Digondol Maling

Mak Paraji Dede Sumiati kehilangan motor saat tengah diparkirkan di dalam rumah, pada 29 April 2024 lalu. Saat terbangun pada waktu Subuh, motornya sudah hilang digondol maling.
Dede Sumiati (55 tahun) yang berprofesi sebagai Paraji saat mengambil motornya di Mapolres Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi30 Mei 2024, 21:06 WIB

Sembunyikan Sabu di Bungkus Jajanan dan Sedotan, Pria asal Wardoy Sukabumi Ditangkap

Polisi menangkap pengedar narkotika di Wardoy Sukabumi. Sembunyikan sabu di bungkus jajanan dan sedotan.
Barang bukti sabu seberat 10.28 gram yang diamankan polisi dari pria asal Wardoy Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 20:45 WIB

Merasa Kehilangan Motor? Silakan Cek di Mapolres Sukabumi, Berikut Ini Jenisnya

Polres Sukabumi berhasil mengamankan sebanyak 21 unit sepeda motor berbagai merek yang merupakan hasil dari tindak pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Motor hasil curian diamankan di Mapolres Sukabumi di Palabuhanratu | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi30 Mei 2024, 20:35 WIB

Bertemakan Kearifan Lokal, SDN Cimanggah I Sukabumi Asah Kreativitas Murid Lewat Gelar Karya P5

Murid SDN Cimanggah I Sukabumi gelar karya P5, bentuk implementasi kurikulum merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Gelar Karya P5 di SDN Cimanggah I Kota Sukabumi. (Sumber : Website Pemkot Sukabumi)