SUKABUMIUPDATE.com – Permasalahan sampah yang masih dibuang sembarangan ke sungai maupun dibakar secara terbuka menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kelompok 11 di Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.
Sebagai solusi, mahasiswa KKN menghadirkan inovasi Rocket Stove atau tungku roket, yakni fasilitas pembakaran sampah yang dirancang lebih ramah lingkungan dengan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan metode pembakaran terbuka.
Ketua KKN Kelompok 11 Desa Mekartanjung, Muhammad Ihza Mahendra, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai.
“latar belakang diadakan program kerja pembangunan rocket stove ini, karena masih banyak warga Desa Mekartanjung yang membuang sampah sembarangan ke sungai yang berpotensi menimbulkan penyakit, selokan tersumbat, serta menyebabkan banjir. Di sini kami menyarankan membangun Rocket Stove agar warga tersadar dan bisa membuang sampah ke tempat yang telah disediakan,” ujar Ihza, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Sekda Sukabumi Lepas 720 Mahasiswa KKN UMMI, Diminta Jadi Agen Perubahan di Desa
Menurutnya, Desa Mekartanjung sebenarnya telah memiliki tiga titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Namun, pengelolaan yang belum optimal membuat sebagian masyarakat masih memilih membuang sampah di lokasi yang tidak semestinya.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menggagas pembangunan Rocket Stove yang memisahkan ruang pembakaran kayu dan ruang pembakaran sampah. Sistem tersebut memungkinkan proses pembakaran berlangsung lebih efisien dengan asap yang lebih minim.
Pembangunan Rocket Stove mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Mulai dari Kepala Desa, ketua RT, hingga warga sekitar turut membantu proses pembangunan yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan.
Tahapan pengerjaan dimulai dari penentuan lokasi, koordinasi dan perizinan dengan pemerintah desa, pengumpulan alat dan bahan, pembangunan konstruksi, hingga tahap penyelesaian dan peresmian fasilitas.
Rocket Stove tersebut dibangun untuk melayani warga Kampung Pasirbitung dan sekitarnya.
Rocket Stove yang dibangun mahasiswa KKN UMMI Kelompok 11 Desa Mekartanjung untuk membantu pengelolaan sampah rumah tangga dengan sistem pembakaran yang lebih efisien dan minim asap.
Kepala Desa Mekartanjung, Eden Solihin, berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Sebelum ada pembakaran sampah ini, di desa ini permasalahan mengenai sampah sangat krusial karena masyarakat seringkali membuang sampah sembarangan atau ke sungai sehingga sampah di sini berserakan. Setelah adanya pembangunan ini, diharapkan masyarakat kompak untuk membuang sampah ke tempat yang telah disediakan oleh adik-adik mahasiswa,” katanya.
Selain membangun Rocket Stove, mahasiswa KKN juga menggelar sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan edukasi mengenai pemilahan sampah berdasarkan jenisnya serta pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari sampah organik rumah tangga.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah dan tidak lagi membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan.
Mahasiswa KKN menilai keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.
"Kami berharap pemanfaatan dan perawatan fasilitas Rocket Stove tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan, serta menjadi bukti nyata kepekaan dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Selain itu, kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan di Desa Mekartanjung," ujar Ihza.
Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN UMMI berharap bahwa Inovasi sederhana ini tidak hanya membersihkan lingkungan dari sampah, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi masyarakat Desa Mekartanjung.
Penulis: Siti Sayyidatunnisa Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi















