Waspada! Sukabumi Masuk Daftar Wilayah Terdampak Kemarau Lebih Kering dan Panjang di Jabar

Sukabumiupdate.com
Jumat 17 Apr 2026, 16:37 WIB
Waspada! Sukabumi Masuk Daftar Wilayah Terdampak Kemarau Lebih Kering dan Panjang di Jabar

Ilustrasi Musim Kemarau 2026. (Sumber Foto: Freepik.com/@sergeycauselove)

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memberikan peringatan dini terkait kondisi musim kemarau 2026. Sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk Sukabumi, diprediksi akan mengalami musim kemarau yang jauh lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan rata-rata klimatologis dalam 30 tahun terakhir.

Hal tersebut dipaparkan oleh Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, dalam Press Release Musim Kemarau Jawa Barat 2026 yang digelar secara daring, Selasa (14/4/2026).

Vivi menjelaskan bahwa sebanyak 93 persen wilayah di Jawa Barat akan mengalami sifat hujan di bawah normal. Artinya, curah hujan akan jauh lebih rendah dari biasanya, sehingga kondisi lingkungan menjadi sangat kering.

Beberapa wilayah yang diprediksi terdampak kondisi ini antara lain Sukabumi, Cianjur, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Bekasi, Cirebon, dan Kuningan.

"Hanya sebagian kecil atau 7 persen wilayah di Jawa Barat yang mengalami sifat hujannya normal dibandingkan kondisi biasanya," ujar Vivi.

Baca Juga: Siap-siap Musim Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG: Rata-rata Selama 30 Tahun

Selain lebih gersang, durasi kemarau tahun ini juga diprediksi lebih panjang di 81 persen wilayah Jawa Barat, termasuk di antaranya Sukabumi, Karawang, Indramayu, dan Kota Tasikmalaya.

Hanya sebagian kecil atau 10 persen wilayah yang durasi musim kemaraunya sama dengan kondisi normal, terutama di bagian tengah dan timur Jawa Barat. "Sementara itu, 7 persen wilayah di Jabar seperti Cimahi akan mengalami musim kemarau lebih pendek dibandingkan kondisi normal," tutur Vivi.

Sementara itu, khusus Kota Bogor, hujan diprediksi cenderung terjadi sepanjang tahun sehingga perbedaan musim kemarau dan hujan tidak tampak.

Dikatakan Vivi, sebagian besar atau 56 persen wilayah di Jawa Barat akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, seperti Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya.

Kemudian, 30 persen wilayah di Jabar akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Cianjur dan Kota Sukabumi.

"Hanya 10 persen wilayah di Jabar yang sudah memasuki musim kemarau pada April 2026 dan 2 persen pada Maret 2026," tambahnya.

Selanjutnya, BMKG memprediksi sebagian besar atau 90 persen wilayah di Jawa Barat mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Apresiasi Kebijakan Gubernur KDM terkait Perpanjangan STNK Tanpa KTP Pemilik Lama

Rekomendasi BMKG

Menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan panjang, BMKG merekomendasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan waduk dan bendungan. Selain itu, perlu dilakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi embung atau tampungan air.

"Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Kita juga perlu hemat air," kata Vivi.

Pada sektor pertanian, ia mengimbau petani untuk menyesuaikan kalender tanam dengan menghindari menanam saat puncak kemarau. Gunakan varietas tanaman yang tahan kering atau beralih ke komoditas palawija. Optimalisasikan juga irigasi yang hemat air.

Musim kemarau yang lebih kering dan panjang juga tak lepas dari potensi bencana. Oleh karena itu, BMKG mengimbau pihak terkait untuk siap menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan.

Selain itu, agar musim kemarau tak mempengaruhi sektor energi dan lingkungan, maka perlu dipastikan kapasitas air di bendungan untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Tak kalah penting, saat musim kemarau, masyarakat diimbau menjaga kesehatan. "Antisipasi peningkatan infeksi saluran pernafasan akut akibat asap. Awasi juga kualitas sanitasi saat pasokan air berkurang," pungkas Vivi.

Sumber: Humas Jabar

Berita Terkait
Berita Terkini