Antrian Panjang di SPBU, Pertamina Sebut Stok BBM Subsidi Cukup untuk 15 Hari

Sukabumiupdate.com
Jumat 17 Jul 2026, 11:35 WIB
Antrian Panjang di SPBU, Pertamina Sebut Stok BBM Subsidi Cukup untuk 15 Hari

Dokumentasi momen antrian kendaraan di SPBU di Kota Sukabumi | Foto: Sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak beberapa pekan terakhir antrian panjang kendaraan di SPBU mulai jadi pemandangan rutin di Indonesia, termasuk di Sukabumi Jawa Barat. Pertamina menjamin pasokan BBM masih aman, dengan rata-rata stok khususnya pertalite dan bio solar cukup untuk 15 hari.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman kepada awak media di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. Menurut Taufik rata-rata stok bahan bakar minyak (BBM) nasional bisa memenuhi kebutuhan sekitar 14 hingga 40 hari. 

“Itu berbeda-beda karena ada yang mungkin sekarang Pertalite dan Biosolar rata-rata sekarang di 15 harian,” ucapnya dilansir dari tempo.co.

Baca Juga: Daftar Negara Paling Sering Lolos Final Piala Dunia, Argentina Bidik Gelar Back to Back

Secara rinci, data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mencatat jumlah stok dari LNG dan BBM saat ini sebanyak 3,61 juta kiloliter. Menurut Taufik, jumlahnya masih berada dalam kondisi ideal.

Taufik mengatakan, realisasi penyaluran sejumlah produk BBM sudah melampaui konsumsi normal. Ia mengatakan, penyaluran Pertalite sudah mencapai 104 persen dibandingkan throughput (volume) harian. Begitupun penyaluran solar yang tercatat mencapai 105 persen pada Juli. 

Taufik mengatakan Pertamina terus melakukan pemantauan harian terhadap jumlah penyaluran. Meskipun terjadi peningkatan, Taufik mengatakan Pertamina masih dapat melayani jumlah penyaluran. Ia mengatakan, berdasarkan proyeksi kebutuhan dan permintaan, Pertamina masih bisa melayani kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan.  

Baca Juga: Pertama Kali Touring ke Luar Kota, Na Daehoon Pilih Geopark Ciletuh Sukabumi

Taufik berharap jumlah pasokan yang tersedia saat ini bisa membantu mengurai fenomena antrian pembelian di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

Menurutnya, selain karena peralihan konsumsi BBM nonsubsidi menjadi subsidi, antrean pembelian di SPBU dipengaruhi oleh keterlambatan distribusi ke lembaga penyalur. “Atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat kami menyampaikan permohonan maaf,” tuturnya. 

Untuk mengurangi antrian panjang di SPBU, Taufik mengatakan Pertamina Patra Niaga akan terus menambah pasokan dan pengaturan pola distribusi dengan menambah armada. Kemudian, Taufik mengatakan perusahaan juga menambah jam operasional SPBU dan penyaluran distribusi dari depo.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini