Ujang Abdurohim Rochmi: Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Tradisi Penggerak Ekonomi Rakyat

Sukabumiupdate.com
Jumat 17 Jul 2026, 12:52 WIB
Ujang Abdurohim Rochmi: Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Tradisi Penggerak Ekonomi Rakyat

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ujang Abdurohim Rochmi atau dewan batman di acara syukuran nelayan ciwaru 2026, (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com – Nelayan Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menggelar Syukuran Nelayan Desa Ciwaru ke-69 Tahun 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026 di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai agenda keagamaan, sosial, olahraga, seni budaya hingga aksi pelestarian lingkungan berupa pelepasan tukik (anak penyu) dan ikan hias ke habitat alaminya.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Anggota DPR RI Dewi Asmara, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Golkar Ujang Abdurohim Rochmi atau yang akrab disapa Dewan Batman, Anggota DPRD Fraksi PPP Andri Hidayana, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar, Forkopimcam Ciemas, tokoh masyarakat serta ratusan nelayan.

Baca Juga: Jumat Bersih Gembira Pesisir, Ratusan Peserta Bersihkan Pantai Karanghawu Cisolok

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Golkar, Ujang Abdurohim Rochmi, mengatakan Syukuran Nelayan merupakan tradisi yang harus terus dijaga karena bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur para nelayan atas hasil laut, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta mengangkat potensi wisata daerah.

"Alhamdulillah kegiatan sudah dimulai sejak 15 Juli 2026 dengan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, olahraga, dan seni budaya. Hari ini juga dilaksanakan pelepasan tukik, karena penyu merupakan satwa yang dilindungi. Kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat daya tarik wisata di kawasan Geopark Ciletuh," ujar Dewan Batman.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Ciwaru yang terus melestarikan tradisi Syukuran Nelayan yang telah berlangsung puluhan tahun.

Baca Juga: Antrian Panjang di SPBU, Pertamina Sebut Stok BBM Subsidi Cukup untuk 15 Hari

"Alhamdulillah saya berkunjung ke Desa Ciwaru dalam rangka merayakan Hari Nelayan ke-69. Rangkaian kegiatan ini mempertahankan tradisi, adat istiadat, budaya sekaligus pelestarian alam. Ini menunjukkan ekowisata yang mudah-mudahan bisa mendongkrak nilai ekonomi masyarakat," katanya.

Andreas mengaku turut mengikuti kegiatan pelepasan tukik dan ikan hias di tengah laut sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem pesisir.

"Tadi saya juga sempat ke tengah laut untuk melepas penyu dan ikan hias. Ini merupakan salah satu habitat yang ada di wilayah Ciemas dan Ujunggenteng yang patut kita lestarikan. Mudah-mudahan menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Pecinta Bola Merapat! Reza Arap Siap Tayangkan Piala AFF Lewat Youtube YB

Ia juga menegaskan kawasan Ciemas memiliki kekayaan geologi yang menjadi bagian penting dari Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

"Ciemas merupakan bagian dari Geopark Ciletuh. Tadi saya melihat Pulau Kunti, batuan yang usianya diperkirakan sekitar 70 juta tahun dan menjadi salah satu jejak awal kemunculan Pulau Jawa. Ini menjadi potensi luar biasa untuk menarik wisatawan dari Indonesia maupun mancanegara," jelas Andreas.

Kepada para nelayan, Andreas berpesan agar selalu menjaga kelestarian sumber daya laut dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Muara Jambu Subang, Camping Ground dengan River Tubing dan Curug dalam Satu Kawasan

"Tangkap ikan dengan menggunakan alat-alat yang sudah ditentukan dan tetap menjaga kelestarian laut. Insya Allah ikan akan terus ada dan nelayan pun semakin sejahtera," pesannya.

Menurut Andreas, kemeriahan Syukuran Nelayan tahun ini bahkan lebih semarak dibanding tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah sama seperti tahun kemarin, bahkan lebih meriah. Tadi saya juga ikut menari Tari Jipeng yang merupakan kesenian asli Kabupaten Sukabumi. Ini menjadi bukti bahwa budaya daerah harus terus dipertahankan sebagai identitas dan kekuatan pariwisata Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini