Wabup Andreas Apresiasi BUMDes Tenjoayu Kembangkan Melon Premium, Bidik Pasar Ekspor

Wabup Andreas Apresiasi BUMDes Tenjoayu Kembangkan Melon Premium, Bidik Pasar Ekspor

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas saat mengunjungi sektor pertanian BUMDes Tenjoayu di Cicurug. (Sumber: Dokpim)

SUKABUMIUPDATE.com – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mengapresiasi keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tenjoayu Sukses Mandiri dalam mengembangkan usaha produktif di sektor pertanian melalui budidaya melon premium berbasis greenhouse.

Apresiasi tersebut disampaikan Andreas saat menghadiri kegiatan panen melon di Tenjoayu Sukses Mandiri Farm, Kampung Tenjoayu, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Minggu (1/11/2026).

Menurut Andreas, budidaya melon berbasis greenhouse yang dikembangkan BUMDes tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi desa untuk menggali potensi ekonomi wilayahnya. Hal terpenting adalah pengelolaan yang didukung manajemen dan perencanaan bisnis secara baik dan profesional.

Baca Juga: Warga Resah! Pencurian Ternak Marak di Sagaranten Sukabumi, 16 Ekor Domba Dilaporkan Hilang

Karena itu, ia mendorong pengembangan budidaya melon melalui kerja sama antardesa, terutama dengan wilayah yang memiliki ketersediaan lahan lebih luas.

Melalui kolaborasi tersebut, Desa Tenjoayu diharapkan dapat berbagi pengetahuan, tenaga ahli, hingga teknologi budidaya dengan desa lainnya.

"Ini bisa menjadi ikon. Ke depan, bukan tidak mungkin Cicurug dikenal dengan melon. Potensinya juga bisa dikembangkan untuk mendukung agrowisata dan menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya.

Budidaya Melon hasil BUMDes Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.Budidaya Melon hasil BUMDes Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Andreas berharap keberhasilan BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Cicurug dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.

"Budidaya melon ini diharapkan tumbuh menjadi industri pertanian sekaligus memperkuat identitas potensi wilayah Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri, Asep Angga Purnama, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengelola dua unit greenhouse dengan kapasitas masing-masing sekitar 600 tanaman.

Adapun varietas melon yang dibudidayakan meliputi jenis Lavender asal Vietnam dan Dalmation.

Berdasarkan evaluasi pengelolaan usaha, budidaya melon tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Pada panen pertama, pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp30 juta.

Baca Juga: UMKM Cicurug Sukabumi Butuh Identitas Produk, Camat Dorong Penguatan Branding dan Promosi

Sementara itu, pada panen kedua, pengelola menargetkan pendapatan meningkat menjadi Rp45 juta setelah melakukan pembenahan manajemen dan penanganan sejumlah kendala, terutama terkait serangan hama.

Untuk sementara, hasil panen masih dipasarkan secara terbatas kepada masyarakat sekitar. Meski demikian, seluruh hasil panen disebut habis terjual dalam waktu dua hari.

"Kami menargetkan pengembangan produksi hingga memenuhi standar minimal ekspor sekitar 20 ton. Dari dua greenhouse, produksi saat ini baru mencapai sekitar dua ton," paparnya.

Pengembangan potensi desa, khususnya di sektor pertanian, diharapkan dapat memperkuat kemandirian desa, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dorongan mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.(adv)

Berita Terkini