Veda Ega Pratama Ukir Prestasi di Moto3 Malaysia 2026, Finis Kedua di Belakang Quiles

Veda Ega Pratama Ukir Prestasi di Moto3 Malaysia 2026, Finis Kedua di Belakang Quiles

Aksi Velda Ega Pratama pembalap Indonesia. (Sumber: Pinterest)

SUKABUMIUPDATE.com - Velda Ega Pratama, pembalap asal Indonesia, mencetak sejarah di pentas Moto3 Malaysia 2026. Bersama tim Honda Team Asia, dirinya berhasil finish di posisi kedua pada Minggu, 1 November 2026, waktu setempat di Sirkuit Sepang, Malaysia. 

Veda mengakhiri balapan dengan catatan waktu 3,734 detik lebih lambat dari Maximo Quiles, pebalap CFMoto Gaviota Aspar Team yang berhasil finis di posisi pertama. Adapun tempat ketiga ditempati Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo dengan selisih 4,184 detik dari sang pemenang.

Baca Juga: Marc Marquez Tiba-tiba Bicara Pensiun Dini dari MotoGP

Hasil tersebut membuat Veda berhak membawa pulang tambahan 20 poin dari seri Sepang. Raihan itu turut mengangkat posisinya ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan total 131 poin.

Perjalanan Veda untuk mengamankan podium kedua berlangsung penuh tantangan. Memulai lomba dari urutan kedelapan, pembalap Indonesia bernomor motor 9 itu langsung menunjukkan agresivitas sejak awal untuk memperbaiki posisinya dan masuk ke kelompok terdepan.

Ketika balapan memasuki putaran akhir, persaingan memperebutkan posisi kedua semakin ketat. Sementara Quiles mulai menjauh dan mengamankan keunggulan di depan, Veda harus menghadapi tekanan dari Alvaro Carpe dan Danish.

Baca Juga: Marc Marquez Mengunci Gelar Juara Dunia MotoGp 2025

Tekanan tersebut sempat membuat posisi Veda merosot. Namun, ia mampu menjaga ketenangan dan membaca peluang dengan baik. Pada lap terakhir, Veda berhasil menemukan celah untuk kembali mengambil alih posisi kedua dan mempertahankannya hingga melewati garis finis.

Podium di Sepang menjadi bukti perkembangan performa Veda sepanjang musim ini. Sebelumnya, ia juga mencatatkan pencapaian bersejarah dengan meraih pole position dalam sesi kualifikasi Moto3 Australia 2026. Sayangnya, balapan utama di Australia saat itu harus dibatalkan karena kondisi cuaca ekstrem.

Sumber: dari berbagai sumber

Berita Terkini