Arti Paribasa Sunda Arti Guyur Salelembur Éar Sajajagat, Pohara Geunjleungna

Arti Paribasa Sunda Arti Guyur Salelembur Éar Sajajagat, Pohara Geunjleungna

Ilustrasi - Guyur Salelembur Éar Sajajagat, Pohara Geunjleungna jika menggunakan bahasa kekinian paribasa Sunda ini sama seperti kata “Viral” di era sekarang. (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Pernah dengar paribasa Sunda “Guyur salelembur ear sajajagat pohara geunjleungna”? Mungkin banyak yang pernah dengar tapi belum tahu apa arti serta makna dari kalimat tersebut.

Mengutip dari rumah baca buku Sunda, ungkapan ini menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa yang menimbulkan kegemparan luar biasa hingga menjadi perhatian banyak orang.

Atau jika menggunakan bahasa kekinian paribasa Sunda ini sama seperti kata “Viral” di era sekarang.

Baca Juga: BGN Setop Operasional 6.100 Dapur MBG, 54 di Sukabumi: Ini Daftarnya!

Ungkapan ini dapat diuraikan menjadi beberapa bagian. Yang pertama yaitu “guyur salelembur yang menggambarkan sesuatu yang terjadi atau terasa di seluruh kampung.

Lalu “ear sajajagat” yang menggambarkan kegaduhan atau gaung yang menyebar hingga ke mana-mana. Kemudian “pohara geunjleungna” berarti kegemparan, kehebohan, atau keramaian yang sangat akibat ditimbulkan oleh suatu peristiwa.

Secara keseluruhan, ungkapan tersebut dapat dimaknai sebagai suatu kejadian yang begitu menggemparkan hingga menjadi perbincangan luas dan menarik perhatian banyak orang.

Makna dan pesan yang terkandung

Paribasa ini menggambarkan besarnya dampak suatu peristiwa terhadap lingkungan masyarakat. Sebuah kejadian yang awalnya berlangsung di satu tempat bisa menjadi pembicaraan banyak orang karena dianggap luar biasa, mengejutkan, atau tidak biasa.

Ungkapan ini dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai peristiwa, baik yang bersifat menggembirakan maupun mengejutkan.

Baca Juga: Protocol Gap: Data Jurnalistik di Indonesia Rentan Diserobot di Tengah Ekspansi AI

Misalnya, seseorang yang berhasil meraih prestasi luar biasa hingga namanya dikenal oleh masyarakat luas. Kabar keberhasilannya menjadi perbincangan di lingkungan tempat tinggalnya, bahkan terdengar hingga ke daerah lain.

Sebaliknya, ungkapan ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan kejadian besar yang mengundang kehebohan, seperti peristiwa yang mengejutkan warga atau persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Contoh penggunaan dalam kehidupan sehari-hari

Misalnya, seorang pemuda dari desa berhasil memenangkan kompetisi tingkat nasional. Prestasi tersebut membuat warga kampung merasa bangga. Beritanya menyebar luas dan menjadi pembicaraan masyarakat.

Dalam situasi tersebut, orang Sunda dapat menggambarkannya dengan ungkapan “Guyur salelembur éar sajajagat, pohara geunjleungna”, untuk menunjukkan betapa besar kehebohan atau gaung dari peristiwa tersebut.

Editor:Dede Imran
Berita Terkini