SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, meresmikan rumah milik Tirta Mulyadi (46), warga Kampung Benteng, RT 8/4, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Jumat (23/10/2026) hasil dari Program Bedah Rumah.
Rumah tersebut sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni dan kini telah selesai dibangun melalui kegiatan sosial yang diinisiasi Bhabinkamtibmas Desa Kutajaya, Bripka Afif Fakhruddin, bersama sejumlah pihak.
Dalam kegiatan tersebut, Andreas hadir bersama Kapolsek Cicurug, Camat Cicurug, dan Kepala Desa Kutajaya. Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam membantu warga yang membutuhkan.
“Ini adalah salah satu wujud di mana kita bahu-membahu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah yang ada di wilayah,” kata Andreas usai peresmian.
Baca Juga: Aksi Diduga Maling di Cisaat Sukabumi Terekam CCTV, Gasak Dua HP dan Sepatu
Menurutnya, kegiatan bedah rumah tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu masyarakat sekaligus meringankan beban pemerintah daerah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan konsep Kabupaten Sukabumi Mubarokah dan menunjukkan kolaborasi antara kepolisian dengan masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam hal membantu kegiatan sosial ini. Kami sebagai Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengapresiasi atas kegiatan ini. Lagi-lagi, ini adalah salah satu bentuk nyata bahwasanya kepedulian sosial itu sangat dibutuhkan di wilayah,” ujarnya.
Rumah milik Tirta Mulyadi di Kampung Benteng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Andreas menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada Tirta tidak hanya berupa pembangunan rumah. Pemerintah juga membantu pengurusan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, pendaftaran BPJS Kesehatan, serta pengurusan akta jual beli (AJB) tanah tanpa biaya.
Baca Juga: Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Sukabumi Sempat Tutup Simpang Cibolang
Selain itu, Tirta juga menerima bantuan perlengkapan rumah tangga dari Kapolsek Cicurug dan bantuan modal usaha dari Andreas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Tirta dan keluarganya meningkatkan perekonomian.
“Ini adalah salah satu bentuk kegiatan sosial yang terus kita gaungkan dan insyaallah kegiatan ini adalah bantuan sosial sampai tuntas,” katanya.
Andreas juga berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi pihak lain untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia meminta media turut menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan tersebut agar dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Sementara itu, Tirta Mulyadi mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan, kondisi rumahnya sebelum dibangun cukup memprihatinkan karena sebagian material bangunan menggunakan kayu bekas dan dindingnya sudah berlubang.
Baca Juga: Dari Layur hingga Marlin, Sensasi Mancing di Badong Palabuhanratu Sukabumi Mulai Rp100 Ribu
“Kayu-kayu bekas, gambarnya sudah pada bolong,” ujar Tirta saat menceritakan kondisi rumahnya sebelum diperbaiki.
Menurut Tirta, kondisi rumah tersebut juga menyulitkan keluarganya saat musim hujan. Atap rumah bocor, sedangkan salah satu kamar tidak dapat ditempati. Bagian rumah yang lebih rendah juga kerap mengalami kebanjiran ketika hujan turun.
Ia mengatakan, Bhabinkamtibmas Desa Kutajaya, Bripka Afif, menjadi pihak pertama yang menyampaikan rencana pembangunan rumah tersebut. Afif bersama ketua RT kemudian datang untuk melakukan survei.
Setelah survei dilakukan, pembangunan rumah langsung dimulai. Tirta menyebut proses pengerjaannya berlangsung selama 23 hari.
“Pengerjaannya cuma 23 hari, siang malam,” katanya.
Tirta mengaku tidak dapat banyak berkata-kata untuk mengungkapkan perasaannya setelah rumahnya selesai dibangun.
Baca Juga: Dilema Nelayan Sukabumi di Tengah Larangan Total Ekspor BBL dan Minimnya Fasilitas Budidaya
“Bantuan-Nya saya terima, semoga bermanfaat buat saya,” ucapnya.
Selain mendapatkan rumah yang lebih layak, Tirta juga menerima bantuan modal usaha. Selama ini, ia bekerja sebagai guru harian lepas dengan pendapatan yang tidak menentu. Sementara itu, istrinya berjualan sayuran.
Dengan adanya bantuan modal tersebut, Tirta berencana mengembangkan usaha keluarganya, termasuk menambah kegiatan berjualan sayuran secara keliling.
“Rencananya sih menurut saya mau nambah buat istri, buat saya dagangnya. Mau dagang keliling,” katanya.
Ia berharap bantuan yang diterimanya dapat memberikan manfaat bagi keluarganya ke depan.
“Terima kasih atas semuanya. Bantuan-Nya saya terima, semoga berkah,” ujar Tirta.
Program bedah rumah tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong antara berbagai pihak untuk membantu warga yang membutuhkan. Selain memperbaiki kondisi tempat tinggal, bantuan yang diberikan juga mencakup kebutuhan administrasi, kesehatan, perlengkapan rumah tangga, hingga dukungan modal usaha. (adv)














