SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. M. Loka Tresnajaya, berencana menggelar pertemuan khusus dengan kalangan pemuda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Cicurug.
Pertemuan tersebut akan dilakukan untuk memetakan kebutuhan pelaku UMKM sekaligus menyusun langkah pengembangan ekonomi masyarakat yang dapat diperjuangkan pada 2027.
Rencana itu disampaikan Loka saat menyerap aspirasi dalam kegiatan reses ketiga masa sidang 2026 bersama kader Partai Golkar dan kalangan pemuda di salah satu kafe di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Sabtu (31/10/2026).
Dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta menanyakan langkah konkret DPRD dalam mengawal dukungan terhadap UMKM, mulai dari akses permodalan, pendampingan usaha, hingga pemasaran produk.
Menanggapi hal tersebut, Loka mengatakan pengembangan UMKM perlu diawali dengan pembentukan kelompok. Menurutnya, keberadaan kelompok akan memudahkan pemetaan kebutuhan sekaligus memperkuat pengajuan program kepada pemerintah.
Ia mengungkapkan, dirinya sebelumnya pernah mengadakan pelatihan bagi sekitar 100 pelaku UMKM. Pelatihan tersebut salah satunya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, termasuk dalam pemanfaatan pemasaran digital.
Baca Juga: Luka Menalo Cetak Brace, Persib Bungkam Isenmulang FC 4-0 dan Naik ke Lima Besar
Menurut Loka, persoalan yang dihadapi UMKM tidak selalu berkaitan dengan kemampuan memproduksi barang. Salah satu tantangan yang masih cukup besar adalah bagaimana memasarkan produk agar dikenal dan mampu menjangkau konsumen lebih luas.
"Kadang-kadang orang bisa membuat produk, tetapi ketika menjual atau memasarkannya masih kesulitan. Produk kita sebenarnya ada, tetapi belum banyak dikenal," tuturnya.
Karena itu, Loka ingin bertemu langsung dengan kalangan pemuda dan pelaku UMKM untuk mengetahui kebutuhan mereka secara lebih terperinci.
Beberapa hal yang akan dipetakan meliputi keberadaan kelompok usaha, kelengkapan administrasi, hingga jenis usaha yang ingin dikembangkan.
"Saya ingin bertemu langsung dengan anak-anak muda dan pelaku UMKM. Kita lihat apa yang dibutuhkan, apakah sudah ada kelompoknya, administrasinya bagaimana, dan bidang apa yang ingin dikembangkan. Jadi, nanti bisa kita susun bersama langkah selanjutnya," katanya.
Loka berharap pertemuan lanjutan tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat diperjuangkan pada 2027.
Baca Juga: MAN 1 Kabupaten Sukabumi Ukir Sejarah, Juara Nasional AXIS Nation Cup 2026
Menurutnya, pembahasan lebih lanjut penting dilakukan agar berbagai aspirasi yang muncul dalam forum reses tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi usulan program yang lebih terukur.
Selain persoalan UMKM, kegiatan reses tersebut juga diwarnai aspirasi mengenai peningkatan kesejahteraan kader Partai Golkar di tingkat desa.
Perwakilan pengurus Partai Golkar Desa Bangbayang, Hidayat, menyampaikan bahwa para pengurus desa selama ini turut berperan mengajak masyarakat bergabung dengan partai serta mendukung proses politik hingga melahirkan wakil rakyat.
Namun, menurutnya, kontribusi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan dukungan terhadap kesejahteraan para pengurus.
Hidayat kemudian mengusulkan pembentukan badan usaha yang dapat dikelola para ketua PD dengan koordinasi pengurus PK. Ia berharap badan usaha tersebut dapat menjadi wadah kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi kader sekaligus masyarakat.
Menanggapi usulan tersebut, Loka menyatakan keinginannya agar organisasi di tingkat kecamatan dapat ikut menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat maupun pemerintah desa.
Dalam kesempatan itu, Loka juga menyampaikan salah satu usulan yang pernah diajukannya, yakni bantuan 20.000 ekor bibit ayam untuk kelompok peternak di wilayah Sukabumi Utara.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat menjadi salah satu upaya mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.
"Saya pernah mengusulkan 20.000 ekor ayam untuk kelompok peternak di wilayah utara. Ini perlu kita perjuangkan bersama, termasuk bagaimana kelompoknya disiapkan," katanya.
Baca Juga: Raffi, Willie dan Polisi Minta Maaf, Sebut Penyelenggara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasewa
Loka menekankan bahwa setiap usulan program harus disertai perencanaan yang jelas. Gagasan yang muncul dalam forum reses, kata dia, perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan serta pemenuhan tahapan administrasi agar dapat diperjuangkan dalam program pemerintah.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Loka menjelaskan bahwa reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan menyerap aspirasi di luar kegiatan persidangan.
Pada reses ketiga tersebut, ia ingin mendengar kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Cicurug, Parungkuda, dan Cidahu.
Sebagai anggota Fraksi Partai Golkar yang bertugas di Komisi III, Loka menyebut sejumlah bidang yang menjadi ruang lingkup kerjanya, di antaranya perekonomian masyarakat, pertanian, perikanan, peternakan, dan perbankan.
Ia juga menjelaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni anggaran, legislasi, dan pengawasan. Sementara pelaksanaan program pembangunan berada di tangan pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait.
"Jadi, kami di DPRD ini bukan eksekutor. Yang melaksanakan kegiatan itu pemerintah daerah, dalam hal ini bupati dan dinas-dinas. Kami menyampaikan aspirasi dan memperjuangkannya melalui pokok-pokok pikiran," ujarnya.
Loka berharap berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses dapat dirumuskan menjadi usulan yang jelas dan mengikuti tahapan perencanaan.
Dengan demikian, aspirasi tersebut memiliki dasar yang kuat untuk diperjuangkan sesuai dengan mekanisme penyusunan program pemerintah daerah.(adv)














