SUKABUMIUPDATE.com - Aktivitas pengambilan batu di kawasan Pantai Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, berlangsung nyaris tanpa jeda. Pantai yang dulunya dipenuhi bebatuan sebagai salah satu pendukung Bentang Alam Pesisir Sukabumi, kini mulai berubah menjadi pantai pasir.
Bebatuan yang selama ini menjadi bagian dari landscape alam pesisir cisolok mulai habis. Dipungut satu per satu,dimasukkan ke dalam karung, lalu dikirim hingga ke luar daerah, untuk kebutuhan pasar dekorasi konstruksi khususnya taman.
Di sepanjang pesisir, sejumlah warga sibuk mengumpulkan batu. Karung-karung berisi material alam itu ditumpuk sebelum akhirnya diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka atau truk.
Baca Juga: Puluhan Jamu Kuat Mengandung Obat Berbahaya, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Kematian
Kegiatan ini sudah berlangsung lama dan turun-temurun. Sudrajat 56 tahun warga Cipanas, adalah salah satu warga yang melakoni usaha ini sejak 2024. Ia melanjutkan usaha almarhum ayahnya yang sebelumnya menekuni hal serupa selama kurang lebih 10 tahun.
“Saya mah meneruskan bapa. Saya anak pertama, jadi langsung saya teruskan,” ujar Abah Sudirjat saat ditemui sukabumiupdate.com di lokasi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, batu-batu itu dikumpulkan secara manual dengan cara dipungut, lalu dimasukkan ke dalam karung. Harga jual di lokasi sebesar Rp6.000 per karung.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat Toraja, Didenda 1 Ekor Babi Serta 5 Ayam
Dari jumlah tersebut, Rp2.500 merupakan upah pekerja yang mengisi batu ke dalam karung, sementara Rp1.100 digunakan untuk membeli karung. Batu-batu itu, kata dia, umumnya dipesan untuk kebutuhan taman.
Jika sudah ada pesanan, ia langsung mengirimkannya ke Bogor menggunakan mobil. Untuk pengiriman sekitar 200 karung, digunakan truk engkel.
“Kalau sudah ada pesanan, langsung saya kirim. Ongkos angkut sekitar Rp5.000 per karung. Saya yang menampungnya. Saya yang langsung kirim ke sana ke Bogor pakai mobil. Pakai truk, kalau sekitar 200 karung pakai engkel,” katanya.
Baca Juga: Kebakaran Tiga Rumah di Cimanggu Sukabumi, Motor dan Hasil Panen Hangus
Ia menambahkan, setelah ditambah ongkos angkut, harga batu di lokasi tujuan bisa mencapai Rp11.000 per karung. “Kalau di sana mah enggak kan pakai ongkos satu karung Rp5.000, ongkos mobil, mahal ongkos. Nyampe sana jadi Rp11.000,” ucapnya.
Dari pantauan, kegiatan usaha pungut bebatuan di bibir laut ini marak dari pantai Cisolok hingga Cikembang. Redaksi sukabumiupdate.com, masih berusaha mengkonfirmasi kegiatan usaha rakyat ini kepada pemerintah daerah.
Dampak Tambang Batu Pantai
Dikutip dari berbagai sumber, pengambilan batu pantai secara berlebihan merusak ekosistem pesisir, memicu abrasi serius, menghilangkan habitat biota laut, dan mengganggu mata pencaharian nelayan. Aktivitas ini menyebabkan peningkatan energi ombak yang menghantam daratan, berpotensi meningkatkan risiko banjir rob, serta menurunkan kualitas lingkungan perairan menjadi keruh dan tercemar.

