SUKABUMIUPDATE.com – Sejumlah rumah warga di Kampung Cihelang Tonggoh, RT 02/03, Desa Cihelang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak ringan, akibat diguyur hujan deras disertai angin kencang, Kamis (9/11/2017).
Pantauan di lapangan, bahkan beberapa rumah warga di antaranya, dan satu unit kendaraan, rusak berat tertimpa pohon Durian, serta bangunan sarang Walet, tergerus longsor, di Kampung Karang Hilir, RT 01/08, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak.
BACA JUGA:Â Akibat Angin Puting Beliung, Lima Rumah Rusak Berat, di Pasir Angin Kabupaten Sukabumi
Selain menggerus bangunan sarang Walet, longsor selebar kurang lebih 20 meter dengan ketinggian sekitar 30 meter tersebut pun menimpa lahan warga yang banyak ditumbuhi pepohonan, sehingga tertutup material batu, dan puing-puing, serta tembok yang berserakan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Waktu itu (kejadian-red) kebetulan lagi ada di rumah. Pertama mendengar retakan, ternyata begitu diperhatikan, ada pecahan batu di luar. Saya pun menghindar mencari tempat aman, dan tak lama kemudian longsor,†tutur Bambang Suryatna (50 tahun), warga Karang Hilir, kepada sukabumiupdate.com, ketika dikonfirmasi, usai kejadian, Kamis sore.
Padahal sebelumnya, menurut Bambang, tidak ada tanda-tanda akan longsor. “Bangunan ini mungkin rencananya mau buat Ruko atau apa? Yang jelas, selama ini masih dalam tahap pengurugan saja. Untuk kedepannya belum tahu. Tapi informasinya bagian depan untuk pertokoan, dan belakangnya buat sarang Walet,†tuturnya.
Ketua RT 02/03, Saepudin menjelaskan, kejadian bermula saat hujan deras dan angin kencang disertai petir.
BACA JUGA:Â Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Lembursawah Kabupaten Sukabumi
“Akhirnya rumah pada rusak. Yang rusak berat itu empat rumah, termasuk satu mobil tertimpa pohon. Yang rusak ringan ada 18 rumah dari dua lingkungan, RT 02, dan RT 05/03,†jelasnya, dalam kesempatan terpisah.
Walaupun ada rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah, namun sambung Saepudin, masih bisa ditempati. “Karena yang rusaknya bagian belakang, sehingga masih bisa dihuni,†pungkas pria berusia 49 tahun tersebut.