Ini yang Dilakukan Pihak SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Saat SR Terkapar

Sukabumiupdate.com
Selasa 08 Agu 2017, 10:55 WIB
Ini yang Dilakukan Pihak SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Saat SR Terkapar

SUKABUMIUPDATE.com - Meninggalnya SR (8 tahun) siswa kelas II SD akibat dipukul teman sekelas, Selasa (8/8/2017) mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Seksi Kesiswaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Asep Saepudin mengatakan berdasarkan keterangan yang ia terima, kronologinya masih simpang siur. “Sekarang masih ditangani polisi,” kataya Selasa (8/8/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.

BACA JUGA: Siswa SDN Longkewang Meninggal Dipukul Teman, Kadisdik Kabupaten Sukabumi: Orangtua Sudah Cabut Laporan

Menurut Wali Kelas II SDN Longkewang, sebut dia, kejadian itu diketahui sekitar pukul 07.10 WIB. Epul alias SR terkapar setelah berkelahi dengan teman sekelasnya berinisial DR. “Katanya DR ini menangis. Setelah ditanya seorang pendidik, teman-teman DR mengatan, DR berkelahi dengan SR, dan mengatakan SR pingsan,” terang dia.

Kemudian pendidik itu langsung berlari menemui SR yang terkapar masih menggunakan seragam sekolah. SR kemudian di bawa ke kantor guru untuk mendapatkan perawatan pertama dengan menggunakan minyak angin. “Namun tidak ada respon. Kemudian mengusap kepala SR dengan air, dan juga tidak ada respon,” terang dia.

Tak lama kemudian, ibu SR datang dan langsung memeluk anak itu sambil menangis. Diantara kepanikan, pihak sekolah berupaya mencari tenaga medis. Oleh ibunya, SR kemudian dibawa pulang ke rumah. Sesampai di rumah, SR disarankan dibawa ke Puskemas Cijabon. “Pihak medis Puskemas mengatakan, bahwa SR sudah meninggal,” ujarnya.

BACA JUGA: Sadis, SR Siswa SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa Dipukul Teman Sekelas

Masih menurut wali kelas II, kata Asep Saepudin, seharusnya SR masuk siang sekitar pukul 10.15 WIB. “Tidak ditemukan luka pada tubuh SR. Namun baju putih dan celana merahnya kotor. Mungkin akibat terjatuh,” katanya.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi di belakang kantor. Sementara pendidik fokus mengawasi pelajar di depan kantor. Adanya peristiwa ini, ungkap Asep akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan di sekolah, khususnya dikalangan siswa. “Kedepannya, tidak boleh terjadi lagi hal seperti ini,” imbuhnya.

Berita Terkini