SUKABUMIUPDATE.COM - “Hari ibu bagi saya adalah momentum Cinta, Cinta Kholik yg terefleksi pada makhluknya. Hari ibu adalah momentum yg tiada jeda, setiap hari adalah hari ibu. Hari dmana setiap doa terpanjatkan kiranya Engkau ya Rabb limpahkan ampunan, hingga tergantilipatkan dengan cinta Allah Subanahu Wataala,†tulis salah seorang Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Sukabumi, Ayi Abdullah saat dimintai membuat testimoni tentang hari ibu oleh sukabumiupdate.com, Kamis (22/12).
Testimoni singkat Ayi Abdullah ini diberi judul Catatan Rindu Buat Ibu. Ketulusan cinta ibu itu seyogyanya menjadi inspirasi dan spirit kepribadian dan peradaban. “Tulus mengandung selama 9 bulan, adalah inspirasi, bagaimana bersahabat dengan kesabaran dalam membangun optimisme, generasi dan peradaban,†lanjut Ayi.
Mendengar kata ibu,  tutur Ayi adalah cinta dengan segala dimensinya. “Ibu kami akan menjaga, hingga tiada duka, airmata dan nestapa,†tulisnya mengakhiri testimoni tersebut.
Politisi PKS lainnya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Yusuf Maulana, mengawali testimoni hari ibu dengan kalimat, hari ibu banyak yang kita dapat tafsirkan. Sebagai rasa terimakasih kita pada seorang ibu yang begitu banyak jasanya dan itu sah sah saja.
“Bisa saja hari ibu untuk mengenang perjuangan seorang ibu atau perempuan dalam rangka meningkatkan harkat martabat perempuan. Bisa juga seorang ibu atau perempuan dapat disejajarkan kemampuannya dengan para lelaki, dan ini sudah banyak contohnya,†tulis pria yang akrab disapa Aka ini dalam testimoni yang dikirimkan ke redaksi sukabumiupdate.com, Kamis.
Yang jelas lanjut Aka, apapun takdirnya, ibu adalah mahluk ciptaan Allah yang luar biasa. Semangat, pengorbanannya dan keikhlasannya tidak tertandingi dan tidak akan bisa terbalas.
“Ibumu, ibumu, ibumu,†tutup Aka.
