SUKABUMIUPDATE.com - Titik terang sesosok mayat, polisi mulai mengetahui aktivitas pria berinisial B (38 tahun) yang ditemukan meninggal dunia di area sawah dan kebun tepatnya di Kampung Nyenang, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/1/2026) pagi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui pergi ke lokasi tersebut untuk mengecek aliran air.
Kapolsek Nagrak Polres Sukabumi, AKP M. Damar Gunawan, mengatakan korban terakhir kali berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban disebut hendak mengecek air seperti kebiasaannya.
“Menurut penuturan istrinya, korban pamit mau ngecek air. Biasanya memang suka ngecek air malam hari. Istrinya mengira korban masih tidur,” ujar Damar kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (23/01/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, kondisi korban baru diketahui pada pagi hari setelah warga melaksanakan shalat Subuh karena situasi di lokasi yang masih gelap.
Baca Juga: Mayat Pria di Sungai Cidadap Jembatan Bojongkopo Gegerkan Warga Loji Sukabumi
“Perkiraan kejadiannya sekitar jam 4 dini hari, tapi diperiksanya pagi setelah Subuh,” katanya.
Terkait lokasi kejadian, Damar menyebut area tersebut diduga merupakan lahan pribadi berupa kebun dan sawah. Korban sendiri diketahui bekerja sebagai petani dan kerap beraktivitas di area tersebut.
“Lokasinya kayaknya lahan pribadi, ada kebun dan sawah. Korban memang petani,” ucapnya.
Mengenai pompa air atau Sanyo yang berada di sekitar lokasi, Kapolsek menyebut alat tersebut bukan milik korban, melainkan milik orang lain. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah korban sempat memperbaiki atau melakukan aktivitas lain pada alat tersebut.
Baca Juga: Update Tragedi Tambang Emas Pongkor: 11 Gurandil Tewas, Operasi SAR Masih Berlanjut
“Kalau soal Sanyo, kayaknya bukan punya korban. Milik orang lain. Soal korban benerin atau tidak, kami belum jelas karena tidak ada yang melihat langsung,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi masih menduga korban meninggal akibat tersengat aliran listrik. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya bekas luka di bagian tangan kanan korban.
“Dugaannya tersengat listrik, karena di antara jari tengah dan telunjuk tangan kanan ada warna hitam,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. "Dari keluarga sih udah menerima bahwa itu takdir," pungkasnya.





