SUKABUMIUPDATE.com - Kembalinya masa sekolah sering kali menjadi tantangan besar bagi keluarga, terutama saat anak harus kembali bangun pagi setelah libur panjang. Kebiasaan tidur larut dan bangun siang yang terbentuk selama liburan bisa membuat pagi hari terasa kacau.
Namun, dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat membantu anak beradaptasi tanpa drama berlebihan. Berikut cara efektif agar anak terbiasa bangun pagi dan siap berangkat ke sekolah.
Cara Efektif Membiasakan Anak Bangun Pagi untuk Sekolah
1. Persiapan Jauh Hari Sangat Penting
Perubahan jadwal tidak bisa dilakukan secara mendadak. Orang tua perlu mulai menyesuaikan jam tidur dan bangun anak setidaknya satu minggu sebelum sekolah dimulai.
Baca Juga: 11 Tips Penting Memilih Sekolah yang Tepat untuk Anak yang Bisa Orang Tua Lakukan
Ajak anak berdiskusi mengenai rutinitas baru agar mereka merasa dilibatkan, bukan dipaksa. Jelaskan bahwa tidur cukup membantu tubuh lebih sehat, pikiran lebih fokus, dan aktivitas di sekolah menjadi lebih menyenangkan. Pendekatan yang penuh empati akan membuat anak lebih mudah menerima perubahan.
2. Atur Rutinitas Sehari-hari Secara Menyeluruh
Masalah bangun pagi tidak hanya soal jam tidur. Rutinitas sepanjang hari, seperti waktu makan malam, penggunaan gawai, dan aktivitas sore, juga berperan besar.
Usahakan makan malam dilakukan pada jam yang sama setiap hari dan hindari penggunaan ponsel, televisi, atau permainan elektronik menjelang tidur. Rutinitas yang konsisten membantu tubuh anak mengenali waktu istirahat secara alami.
3. Geser Jadwal Tidur Secara Bertahap
Alih-alih langsung memajukan jam tidur beberapa jam sekaligus, lakukan perubahan sedikit demi sedikit. Bangunkan anak 30–60 menit lebih awal setiap hari, lalu sesuaikan jam tidurnya secara perlahan.
Cara ini membantu jam biologis tubuh menyesuaikan diri tanpa membuat anak merasa kelelahan. Membuka tirai di pagi hari agar cahaya matahari masuk juga dapat membantu tubuh mengenali waktu bangun dengan lebih alami.
4. Gunakan Motivasi Positif
Memberi motivasi bukan berarti memanjakan, tetapi memberikan dorongan yang menyenangkan. Orang tua dapat menjanjikan aktivitas yang disukai anak, seperti berbelanja perlengkapan sekolah atau waktu bermain tambahan di akhir pekan, jika mereka berhasil mengikuti jadwal tidur yang baru.
Baca Juga: Cadel pada Anak: Penyebab, Jenis, dan Cara Tepat Mengatasinya
Fokuskan pada penghargaan atas usaha anak, bukan hukuman saat mereka gagal. Cara ini membuat anak merasa dihargai dan lebih termotivasi.
5. Buat Pagi Hari Lebih Terstruktur
Pagi yang tertata akan membuat anak lebih tenang dan mandiri. Buat daftar aktivitas sederhana yang harus dilakukan anak setelah bangun tidur, seperti merapikan tempat tidur, sarapan, dan bersiap ke sekolah.
Untuk menghemat waktu, siapkan pakaian, tas, dan perlengkapan sekolah sejak malam sebelumnya. Jangan lupa berikan pujian ketika anak berhasil menjalankan rutinitasnya dengan baik, karena apresiasi kecil dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Membiasakan anak bangun pagi memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Namun, dengan persiapan yang matang, komunikasi yang baik, serta rutinitas yang jelas, pagi hari tidak lagi menjadi sumber stres bagi keluarga.
Baca Juga: Pamit Cek Aliran Air, Petani di Nagrak Sukabumi Meninggal Diduga Tersengat Listrik
Ketika anak merasa didukung dan dipahami, proses adaptasi akan berjalan lebih lancar dan suasana rumah pun menjadi lebih harmonis.
Sumber: webmd





