Diguyur Hujan Tak Henti: Longsor Gerus 2 Rumah di Perum Griya Padaasih, 2 Rumah Terancam

Sukabumiupdate.com
Jumat 23 Jan 2026, 20:29 WIB
Diguyur Hujan Tak Henti: Longsor Gerus 2 Rumah di Perum Griya Padaasih, 2 Rumah Terancam

Kondisi rumah yang tergerus longsor di Perum Griya Padaasih, Cisaat, Kabupaten Sukabumi | Foto : Turangga Anom

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras yang turun tanpa henti sejak Kamis malam memicu tanah longsor di Perumahan Griya Padaasih, Kampung Cicohag RT 45/RW 10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan berat di bagian belakang, sementara dua rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisaat, Imam, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 01.30 WIB saat intensitas hujan masih tinggi. Ia menyebutkan, material tanah yang bergerak dari tebing belakang permukiman memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar satu meter. “Longsoran mengakibatkan dua rumah bagian dapurnya terbawa, dan dua rumah lain berada di zona rawan,” ujar Imam.

Imam menambahkan, sebelum kejadian warrga sempat merasakan adanya pergerakan tanah akibat hujan yang mengguyur cukup lama. “Area yang terancam memanjang sekitar 15 meter dan terdapat dua rumah yang harus diwaspadai karena posisinya tepat di belakang tebing,” kata Imam kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Kontrol Kebijakan Air Diperkuat, DPRD Jabar Soroti Tata Kelola Air Citarum

Akibat kejadian tersebut, dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Menurut Imam, langkah ini diambil demi keselamatan penghuni rumah, mengingat struktur bangunan sudah tidak stabil. “Satu rumah dihuni satu KK dengan empat jiwa, termasuk balita usia empat tahun, dan rumah lainnya dihuni satu KK dengan lima jiwa, terdapat balita usia dua tahun,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Eki Rustandi (50 tahun), mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasa waswas sejak Magrib karena melihat debit air di belakang rumah terus meningkat. “Dari habis Magrib saya sudah nggak tenang, airnya deras sekali, jadi bolak-balik ngecek ke dapur,” kata Eki.

Eki menjelaskan longsor mulai terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan berlangsung sangat cepat. “Awalnya satu bagian tumbang, nggak lama yang lain ikut turun. Sekitar jam setengah dua, hampir semua rumah di belakang itu sudah ambruk,” ujarnya.

Ia mengatakan dapur rumahnya hilang terseret longsoran, ssementara pondasi dan tulangan bangunan terlepas sehingga rumah tidak bisa kagi ditempati. “Separuh rumah sudah amblas, keramik juga pecah semua, jadi terpaksa saya dan keluarga ngungsi dulu sambil nunggu keputusan dari pengembang perumahan,” tuturnya.

Baca Juga: Ciri-ciri Mayat Pria yang Ditemukan Mengapung di Sungai Cidadap Jembatan Bojongkopo

Saat kejadian, Eki bersama istri dan tiga anaknya, termasuk balita usia dua tahun, langsung keluar rumah demi menyelamatkan diri. Ia menyebut suara air di bawah tebing terdengar sangat keras sebelum longsor terjadi. “Begitu kejadian langsung ‘brug’, nggak pelan-pelan, langsung turun semua,” katanya.

Pasca kejadian, P2BK Cisaat bersama unsur Forkopimcam, perangkat desa, RT/RW, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas melakukan assessment di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pihak pengembang perumahan. Kerugian materi akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Petugas mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca di Kecamatan Cisaat masih berpotensi hujan disertai angin.

Berita Terkait
Berita Terkini