Anak Usia 2 Tahun Belum Bisa Bicara? Ini Penyebab dan Cara Menstimulasinya

Sukabumiupdate.com
Jumat 23 Jan 2026, 20:30 WIB
Anak Usia 2 Tahun Belum Bisa Bicara? Ini Penyebab dan Cara Menstimulasinya

Ilustrasi Anak Usia 2 Tahun Belum Bisa Bicara? Ini Penyebab dan Cara Menstimulasinya (Sumber: pexels.com/@Pexels User)

SUKABUMIUPDATE.com - Melihat anak usia 2 tahun belum bisa berbicara seringkali membuat orang tua merasa cemas. Kekhawatiran ini wajar, karena kemampuan bicara merupakan salah satu tonggak penting dalam tumbuh kembang anak. 

Namun, perlu dipahami bahwa setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, termasuk dalam hal bahasa dan komunikasi.

Pada usia 2 tahun, sebagian besar anak umumnya sudah mampu mengucapkan beberapa kata sederhana, meniru suara, serta mencoba menggabungkan dua kata menjadi kalimat pendek. 

Meski demikian, jika anak belum banyak berbicara di usia ini, kondisi tersebut tidak selalu menandakan adanya gangguan serius. Orang tua perlu memahami penyebab yang mungkin terjadi sekaligus mengetahui langkah tepat untuk merangsang kemampuan bicara anak.

Baca Juga: 6 Dampak Positif Konsumsi Makanan Fermentasi bagi Kesehatan Tubuh

Penyebab Anak Usia 2 Tahun Belum Bisa Bicara

Salah satu penyebab paling umum adalah keterlambatan bicara atau speech delay. Anak dengan kondisi ini mengalami perkembangan bahasa yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya, tetapi tidak disertai gangguan perkembangan lain. 

Dalam banyak kasus, anak dapat mengejar ketertinggalannya seiring waktu, terutama jika mendapatkan stimulasi yang konsisten dan lingkungan yang mendukung.

Kurangnya stimulasi dan interaksi juga berperan besar. Anak belajar berbicara melalui mendengarkan, meniru, dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Jika anak jarang diajak berbicara, dibacakan buku, atau dilibatkan dalam percakapan sederhana, kesempatan untuk belajar bahasa menjadi terbatas. 

Selain itu, kebiasaan orang tua yang terlalu cepat memahami keinginan anak tanpa mendorongnya berbicara dapat menghambat proses belajar bahasa.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Membiasakan Anak Bangun Pagi untuk Sekolah

Penggunaan gawai secara berlebihan juga dapat mempengaruhi kemampuan bicara. Anak yang terlalu sering menonton video atau bermain game cenderung menjadi pendengar pasif dan kurang terlatih berkomunikasi dua arah. Oleh karena itu, penggunaan layar pada balita sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan aktivitas yang mendorong interaksi langsung.

Gangguan pendengaran menjadi faktor penting lainnya. Anak yang tidak dapat mendengar dengan baik akan kesulitan meniru suara dan kata. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain anak tidak merespons saat dipanggil, tidak menoleh ke arah suara, atau hanya bereaksi terhadap suara keras. Infeksi telinga berulang atau kelainan bawaan dapat menjadi penyebab kondisi ini.

Dalam beberapa kasus, keterlambatan bicara dapat berkaitan dengan gangguan perkembangan, seperti gangguan spektrum autisme atau gangguan bahasa. Ciri yang perlu diperhatikan meliputi kurangnya kontak mata, minimnya minat berinteraksi, tidak menunjuk atau meniru, serta kesulitan memahami instruksi sederhana.

Faktor keturunan juga dapat berpengaruh. Anak dengan riwayat keluarga yang mengalami keterlambatan bicara memiliki risiko lebih tinggi, meskipun tetap dapat berkembang optimal dengan stimulasi yang tepat.

Cara Menstimulasi Anak Agar Mau Berbicara

Jika anak usia 2 tahun belum bisa berbicara, orang tua dianjurkan untuk tetap tenang dan mulai memberikan stimulasi secara rutin. Ajak anak berbicara dengan bahasa sederhana dan jelas dalam aktivitas sehari-hari. Beri kesempatan anak untuk merespons, meski hanya dengan suara atau gestur.

Membacakan buku bergambar, bernyanyi, dan bermain bersama dapat membantu memperkaya kosakata anak. Batasi penggunaan gawai maksimal satu jam per hari dan perbanyak interaksi langsung. Bermain dengan teman sebaya juga dapat mendorong anak belajar berkomunikasi secara alami.

Baca Juga: 11 Tips Penting Memilih Sekolah yang Tepat untuk Anak yang Bisa Orang Tua Lakukan

Jika anak belum menunjukkan perkembangan bicara, jarang mengeluarkan suara, tidak meniru, atau tampak kurang responsif, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mendukung perkembangan bahasa dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Sumber: kidshealth

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini