SUKABUMIUPDATE.com - Cadel atau cadel merupakan salah satu gangguan bicara yang cukup umum terjadi pada anak-anak. Kondisi ini berkaitan dengan kesulitan mengucapkan bunyi tertentu, terutama huruf S dan Z, sehingga terdengar tidak jelas atau berubah menjadi bunyi lain.
Pada sebagian besar anak, cadel merupakan bagian dari proses belajar berbicara dan dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, dalam beberapa kasus, cadel dapat menetap dan memerlukan penanganan khusus.
Secara umum, cadel sering muncul pada masa kanak-kanak awal ketika anak masih belajar cara mengkoordinasikan lidah, bibir, dan gigi untuk menghasilkan suara dengan tepat.
Banyak anak mengalami cadel ringan yang hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Meski begitu, orang tua tetap perlu memahami penyebab dan jenis cadel agar dapat menentukan kapan harus memberikan perhatian lebih.
Penyebab Cadel pada Anak
Hingga kini, belum ada satu penyebab pasti yang dapat menjelaskan mengapa seorang anak mengalami cadel. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga berperan. Salah satunya adalah kebiasaan menggunakan dot atau empeng dalam jangka waktu lama.
Baca Juga: Mayat Pria di Sungai Cidadap Jembatan Bojongkopo Gegerkan Warga Loji Sukabumi
Pada sebagian anak, penggunaan titik yang memanjang dapat mempengaruhi kekuatan dan otot lidah serta bibir, meskipun hal ini tidak selalu terjadi pada semua posisi anak.
Selain itu, kondisi ikatan lidah atau lidah-tie juga dapat menyebabkan penyebab cadel. Pada kondisi ini, jaringan di bawah lidah terlalu pendek sehingga membatasi pergerakan lidah. Masalah lain yang dapat memicu cadel antara lain gangguan keselarasan rahang, posisi gigi yang tidak normal, atau kebiasaan anak sejak awal mempelajari pengucapan bunyi dengan cara yang kurang tepat.
Kapan Cadel Perlu Diperhatikan?
Cadel ringan pada balita umumnya masih dianggap normal. Namun, orang tua disarankan untuk mulai berhati-hati apabila anak masih belajar setelah usia sekitar 4–5 tahun. Pada usia tersebut, kemampuan bicara anak biasanya sudah berkembang lebih matang. Jika cadel masih jelas terdengar dan mengganggu komunikasi, konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan.
Baca Juga: Ada 8 di Jabar, Daftar 125 Karisma Event Nusantara 2026: Wisata Atraksi Budaya Indonesia
Jenis-Jenis Cadel pada Anak
Secara umum, cadel dibagi menjadi empat jenis utama.
- Cadel frontal terjadi ketika lidah terdorong terlalu ke depan sehingga bunyi “S” terdengar seperti “TH”
- Cadel lateral ditandai dengan keluarnya udara berlebih di samping lidah, sehingga suara terdengar seperti berdesis
- Cadel palatal muncul saat lidah menyentuh langit-langit mulut secara tidak tepat
- Cadel dental terjadi ketika lidah menekan gigi saat mengucapkan bunyi tertentu.
Cara Mengatasi Cadel pada Anak
Penanganan cadel umumnya melibatkan ahli patologi wicara atau terapis bicara. Terapi akan memutar jenis cadel yang dialami anak dan memberikan latihan khusus untuk membantu anak mengatur posisi lidah dengan benar. Proses terapi dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun, tergantung pada tingkat keparahan dan usia anak saat memulai terapi.
Jika tingkat disebabkan oleh lidah kepatuhan, dokter mungkin merekomendasikan tindakan medis sederhana untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Selain terapi profesional, orang tua juga dapat membantu di rumah dengan mengajak anak berlatih pengucapan, membatasi kebiasaan menghisap jempol, serta melibatkan anak dalam aktivitas yang melatih otot mulut, seperti meniup gelembung atau minum menggunakan sedotan.
Dengan pemahaman yang tepat dan dukungan yang konsisten, sebagian besar anak dengan cadel dapat mengalami peningkatan kemampuan bicara. Deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci penting agar anak dapat berkomunikasi dengan percaya diri di kemudian hari.
Sumber: webmd





