Putus Penyebaran Covid-19, Satpol-PP Terjunkan Puluhan Linmas di Perbatasan Sukabumi

Putus Penyebaran Covid-19, Satpol-PP Terjunkan Puluhan Linmas di Perbatasan Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sukabumi, memberdayakan 90 orang anggota Linmas (Perlindungan Masyarakat) untuk memutus penyebaran dan pencegahan Pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

BACA JUGA: Satpol PP Kabupaten Sukabumi Pulangkan Pelajar yang Keluyuran di Jalan

Puluhan anggota Linmas yang tergabung dalam Tim Linmas Trauma Healing tersebut, bertugas melakukan pencegahan Covid-19 di setiap perbatasan. Khususnya di perbatasan Sukabumi-Bogor Kecamatan Kabandungan. 

"Ya, Tim Linmas Trauma Healing itu ikut andil membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Satpol-PP Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/4/2020).

Okih menjelaskan, Tim Linmas Trauma Healing ini dibentuk melalui pemberdayaan di setiap desa. Khusunya di kecamatan yang berada di perbatasan. "Alhamdulillah sejauh ini, Linmas sudah banyak berperan aktif dalam melakukan pencegahan Covid-19. Mulai dari penyemprotan cairan disinfektan hingga melakukan sosialisasi kepada warga," terangnya.

BACA JUGA: Jalankan Protokoler Covid-19, Satpol-PP Sukabumi Gandeng Trantibum Kecamatan

Okih berharap, masyarakat senantiasa mengikuti seluruh imbauan dari pemerintah agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), tidak berkerumun atau keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

"Perbanyak waktu di rumah bersama keluarga. Jika mengalami sakit seperti demam atau batuk dan sesak nafas segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat," tandasnya. 

Editor:garis
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB