SUKABUMIUPDATE.com – Pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Sukabumi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendorong pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D. Menurutnya, dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,2 juta jiwa, Sukabumi masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi negeri.
“Secara geografis, luas wilayah Sukabumi yang mencapai lebih dari 4.100 kilometer persegi justru menjadi tantangan aksesibilitas. Banyak lulusan SMA di wilayah selatan dan tengah harus menempuh perjalanan jauh atau merantau ke luar daerah untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Prof. Dede dalam keterangannya.
Baca Juga: Kemenag RI: Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Dimulai Hari Ini
Ia menjelaskan, kondisi tersebut memicu fenomena migrasi pendidikan setiap tahun, di mana ribuan pelajar Sukabumi memilih melanjutkan kuliah ke Bandung, Bogor, Jakarta, atau kota besar lainnya. Bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, biaya hidup di daerah tujuan menjadi beban yang tidak ringan.
“Jika tersedia PTN di Sukabumi, biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa akan jauh lebih terjangkau. Ini penting untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Dari sisi demografis, Prof. Dede menilai Sukabumi tengah berada pada momentum bonus demografi. Namun, tanpa dukungan daya tampung pendidikan tinggi yang memadai, peluang tersebut berpotensi terlewat dan berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran.
Prof Dede Rahmat Hidayat.
Data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sukabumi masih berada di kisaran 7 persen, sementara persentase penduduk miskin lebih dari 6 persen. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan erat dengan keterbatasan investasi pada pengembangan sumber daya manusia.
Selain memperluas akses pendidikan, keberadaan PTN juga dinilai memiliki dampak sosial yang signifikan. Perguruan tinggi berperan sebagai sarana mobilitas sosial sekaligus agen perubahan yang mendorong lahirnya masyarakat yang lebih kritis dan produktif.
“Pendidikan tinggi membuka peluang kerja yang lebih baik dan membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Di sisi lain, kampus juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi atas berbagai persoalan daerah,” ungkapnya.
Baca Juga: Rela Datang dari Bandung dan Tangerang, Umat Nilai Imlek di Kota Sukabumi Berbeda
Dari perspektif ekonomi, Prof. Dede menekankan bahwa PTN akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Kehadiran ribuan mahasiswa akan mendorong pertumbuhan sektor usaha, mulai dari perumahan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro dan kreatif.
Selain itu, PTN dapat menjadi pusat riset dan inovasi berbasis potensi lokal, seperti sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga energi terbarukan yang menjadi kekuatan Sukabumi.
“Universitas negeri bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga pusat pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah,” jelasnya.
Prof. Dede menambahkan, pendirian PTN juga dapat menekan laju urbanisasi ke kota-kota besar, karena lulusan SMA memiliki alternatif melanjutkan pendidikan di daerah sendiri dan berpeluang membangun karier di Sukabumi.
Baca Juga: Progres Tol Bocimi Seksi 3 Capai 71,95 Persen, Disiapkan Fungsional Terbatas Saat Lebaran
Ia pun mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi untuk mulai menyiapkan berbagai prasyarat, seperti ketersediaan lahan, dukungan regulasi, serta penguatan sumber daya dosen.
“Pendirian PTN di Sukabumi bukan sekadar wacana, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan daerah. Jika semua pihak bersinergi, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Sukabumi bisa memiliki universitas negeri yang menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya.






