SUKABUMIUPDATE.com- Belgia harus puas ditahan imbang Iran 0-0 di pertandingan kedua G Piala Dunia 2026 pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 02.00 WIB, di Stadion SoFi, Inglewood, California. Penampilan gemilang Alireza Beiranvand di bawah mistar gawang Iran menjadi batu sandungan bagi Belgia untuk mencetak gol.
Kiper Iran berusia 33 tahun itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan dengan sejumlah penyelamatan penting. Pada babak pertama, ia beberapa kali menggagalkan peluang Belgia, termasuk menepis tembakan berbahaya gelandang Aston Villa, Youri Tielemans, di tiang dekat.
Baca Juga: Tak Bergantung PLN, Warga Caringin Belasan Tahun Hidup Andalkan Kincir Air Rakitan Sendiri
Penampilan impresifnya berlanjut setelah jeda. Lima menit memasuki babak kedua, ia melakukan salah satu penyelamatan terbaik di Piala Dunia 2026 dengan menjatuhkan diri secara akrobatik untuk menghalau tendangan rendah Maxim De Cuyper yang mengarah ke gawang.
Peluang Belgia untuk meraih kemenangan perdana di turnamen ini semakin menipis pada menit ke-66. Bek muda Nathan Ngoy diganjar kartu merah langsung usai menjatuhkan Mehdi Taremi yang berada dalam posisi berbahaya menuju gawang. Dengan usia 23 tahun, Ngoy menjadi pemain termuda yang menerima kartu merah di Piala Dunia sejak edisi 2014.
Baca Juga: Diduga Depresi Masalah Keluarga, Seorang Pelajar di Palabuhanratu Nekat Akhiri Hidup
Hasil imbang ini membuat langkah Belgia menuju fase gugur semakin berat. Semifinalis Piala Dunia 2018 tersebut kini terancam tersingkir di fase grup untuk kedua kalinya dalam kurun 28 tahun setelah hanya mampu meraih dua hasil seri beruntun di Grup G.
Di sisi lain, Iran mencatatkan pencapaian positif. Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk baru diizinkan terbang ke Amerika Serikat sehari sebelum setiap pertandingan, mereka berhasil menghindari kekalahan dalam dua laga awal Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi mereka.
Pada babak pertama yang berlangsung dengan tempo kurang menarik, Belgia sebenarnya tampil dominan. Mereka menguasai jalannya permainan dan melepaskan 11 percobaan tembakan, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi gol.
Baca Juga: Keindahan Telaga Biru Nila, Danau Berair Biru di Kaki Gunung Ciremai
Tielemans sempat memiliki peluang emas untuk membawa Belgia unggul. Namun justru Iran yang hampir membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui Mehdi Taremi.
Penyerang Olympiakos tersebut sukses menuntaskan skema tendangan bebas yang dirancang dengan baik dan sempat merayakan gol. Namun setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, gol tersebut dianulir karena Taremi berada dalam posisi offside.
Baca Juga: Dari Unocal hingga Star Energy, Kisah Panjang Perpustakaan Taman Pamekar Menjaga Semangat Literasi
Setan Merah tampil jauh lebih agresif setelah jeda. Mereka nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-58 ketika Kevin De Bruyne menunjukkan kualitasnya lewat kontrol dan umpan silang yang cemerlang kepada Maxim De Cuyper. Namun, peluang emas tersebut digagalkan oleh aksi luar biasa kiper Iran, Alireza Beiranvand, yang melakukan penyelamatan gemilang.
Iran sendiri tidak hanya bertahan. Tim berjuluk Team Melli itu beberapa kali mengancam dan memaksa Thibaut Courtois bekerja keras. Kiper Real Madrid tersebut, yang menjalani penampilan Piala Dunia ke-17 bersama Belgia sekaligus memecahkan rekor negaranya, tampil sigap saat menggagalkan peluang berbahaya Mehdi Taremi yang berusaha mencetak gol pertamanya di turnamen ini.
Hasil imbang tersebut juga menjadi catatan positif bagi Iran. Dari 11 pertandingan Piala Dunia melawan wakil Eropa, mereka kini telah empat kali berhasil menghindari kekalahan, sebuah pencapaian yang menunjukkan peningkatan daya saing mereka di panggung sepak bola dunia.
Sumber: dari berbagai sumber







