Diduga Depresi Masalah Keluarga, Seorang Pelajar di Palabuhanratu Nekat Akhiri Hidup

Sukabumiupdate.com
Minggu 21 Jun 2026, 23:45 WIB
Diduga Depresi Masalah Keluarga, Seorang Pelajar di Palabuhanratu Nekat Akhiri Hidup

Ilustrasi tali. (Sumber: Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Geger, seorang pelajar SMP, laki-laki berinisial MR (16) asal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ditemukan tergantung tak bernyawa di rumahnya sendiri diduga nekat mengakhiri hidup menggunakan seutas tali di pintu dapur rumah.

Membenarkan hal tersebut, Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah mengatakan peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh sang kakek (Ko) yang merasa curiga karena tidak melihat keberadaan sang cucu seperti biasanya pada Minggu (21/6/2026) sekira pukul 08.00 Wib.

“Berdasarkan keterangan kakek korban, dia (Ko) merasa curiga tidak melihat cucunya, akhirnya Ko mencoba masuk ke rumah namun terkunci dari dalam, khawatir, Ko langsung masuk lewat jendela dengan cara membukanya secara paksa,” ujar Mahbubilah.

Usai membuka jendela kamar secara paksa, sang kakek masuk ke ruangan tengah dan melihat korban dalam keadaan tergantung di pintu dapur, seketika, jasad korban langsung diturunkan dan diletakan di lantai.

“Selanjutnya saksi langsung keluar rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga dan tetangga, tidak berapa lama datang petugas kepolisian Polres Sukabumi, Unit Inafis Polres Sukabumi, Polsek Palabuhanratu, PKM Citarik dan Pemdes Citarik,” kata dia.

Baca Juga: Diduga Alami Kram, Wisatawan Asal Simpenan Tewas Tenggelam di Curug Larangan Ciemas

Sementara itu, berdasarkan keterangan paman korban (AG), kata Mahbubillah, sehari sebelumnya pada Sabtu (20/6), korban diketahui membeli dua bungkus tali rafia di warung miliknya dan sempat ditanya terkait peruntukan rafia tersebut namun korban tidak menjawab.

“Saat itu korban membeli tali rafia dua gulung, saksi sempat bertanya untuk keperluan apa korban membeli tali rafia akan tetapi pada saat itu korban tidak jawab,” sebutnya.

Adapun dugaan sementara dalam perkara tersebut, Mahbubillah menerangkan bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan secarik kertas surat wasiat yang diduga ditulis korban sebelum nekat mengakhiri hidupnya.

Lebih lanjut, dalam isi surat tersebut, kata Mahbubillah, menerangkan isi curahan hati seseorang yang tidak ingin menjadi beban keluarga karena kondisi keluarga yang sudah tidak harmonis.

Baca Juga: Kreatif dan Inspiratif, Siswa SDN Tegalega Sukabumi Sulap Kaleng Khong Guan Jadi Drumband

“Dugaan sementara adalah akibat depresi oleh permasalahan keluarga diperkuat dengan ditemukan adanya surat wasiat di TKP,” ucapnya.

Diketahui, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut dengan pendampingan sang kakek yang memiliki rumah tidak jauh dari kediaman korban, sementara ibu kandung korban disebut sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan sang ayah yang sedang bekerja di luar kota.

Catatan redaksi: Berita ini ditulis dengan tujuan memberikan informasi kepada publik. Redaksi tidak bermaksud mengglorifikasi atau mendorong tindakan mengakhiri hidup dalam bentuk apa pun. Jika Anda atau orang yang Anda kenal memiliki kecenderungan mengakhiri hidup atau masalah kesehatan mental segera cari bantuan dari tenaga profesional, keluarga, atau layanan yang disediakan pemerintah.

Berita Terkait
Berita Terkini