SUKABUMIUPDATE.com- Curacao dan Ekuador harus puas bermain imbang di pertandingan kedua Grup E Piala Dunia 2026 pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 07.00 WIB, di GEHA Field at Arrowhead Stadium. Kiper Curacao, Eloy Room bermain gemilang sekaligus memberikan poin pertama bagi tim asuhan Dick Advocaat.
Kiper veteran Curacao berusia 37 tahun itu tampil luar biasa dan berhasil menyamai rekor legenda Amerika Serikat, Tim Howard, sebagai penjaga gawang dengan jumlah penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Tahap 1 Resmi Ditutup, Ini Jadwal Daftar Ulang dan Pembukaan Tahap 2
Howard sebelumnya mencatatkan 15 penyelamatan saat menghadapi Belgia pada Piala Dunia 2014 dalam laga yang berlangsung hingga perpanjangan waktu. Meski kebobolan dua gol dalam kekalahan 2-1, rekor tersebut kini disamai oleh Eloy Room, yang justru sukses menjaga gawangnya tetap perawan dan membantu Curaçao meraih hasil imbang bersejarah.
Aksi gemilang Room sudah terlihat sejak menit ketiga ketika ia melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang emas Enner Valencia dari jarak dekat. Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaiknya sepanjang pertandingan.
Tak lama kemudian, John Yeboah juga dibuat frustrasi oleh refleks cepat sang kiper. Room kembali menghentikan upaya Valencia dan menutup babak pertama dengan total enam penyelamatan penting.
Baca Juga: BBM B50 Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Bahan Bakar Campuran Solar dan Minyak Sawit
Tekanan Ekuador semakin deras setelah turun minum. Namun, Room terus menunjukkan kualitasnya dengan menepis berbagai peluang dari Moises Caicedo, Pedro Vite, Kevin Rodriguez, Nilson Angulo, Gonzalo Plata, dan sejumlah pemain lainnya.
Meski lebih banyak bertahan, Curaçao sempat mengancam pada menit ke-60. Tendangan Leandro Bacuna memaksa kiper lawan melakukan penyelamatan, sementara usaha Liviano Comenencia juga belum mampu menghasilkan gol.
Baca Juga: 13 Kades Sukabumi Minta Bonus Produksi Geothermal Salak untuk Desa Naik Jadi 70 Persen
Ekuador akhirnya harus menyesali banyaknya peluang yang terbuang. Dengan total 27 percobaan sepanjang pertandingan, mereka gagal membongkar pertahanan Curaçao dan kini wajib mengalahkan Jerman, pemuncak Grup E, pada laga terakhir untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur setelah sebelumnya kalah dari Pantai Gading.
Di sisi lain, Curaçao yang sempat dibantai Jerman 7-1 pada pertandingan pembuka masih memiliki kesempatan untuk melaju ke babak 32 besar. Syaratnya, mereka harus mampu menaklukkan Pantai Gading pada laga terakhir fase grup.
Sumber: dari berbagai sumber







