Dari Unocal hingga Star Energy, Kisah Panjang Perpustakaan Taman Pamekar Menjaga Semangat Literasi

Sukabumiupdate.com
Minggu 21 Jun 2026, 19:53 WIB
Dari Unocal hingga Star Energy, Kisah Panjang Perpustakaan Taman Pamekar Menjaga Semangat Literasi

Perpustakaan Tman Pamekar di Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Di tengah perkembangan zaman, sebuah ruang literasi di Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, tetap bertahan dan tumbuh selama lebih dari dua dekade. Perpustakaan Taman Pamekar menjadi saksi perjalanan panjang budaya membaca masyarakat desa yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Perpustakaan tersebut lahir dari gagasan Kepala Desa Kabandungan saat itu, Ujang Suherman, yang melihat pentingnya menghadirkan akses pengetahuan dan ruang belajar bagi masyarakat. Dirintis sejak akhir 2002 dengan fasilitas yang masih sederhana, Taman Pamekar perlahan berkembang menjadi salah satu pusat literasi di wilayah tersebut.

Pengelola Perpustakaan Taman Pamekar, Lia Yulianti, mengatakan perpustakaan didirikan sebagai jawaban atas masih terbatasnya akses masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, terhadap bahan bacaan yang berkualitas.

“Latar belakang berdirinya perpustakaan ini adalah masih terbatasnya akses masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, terhadap bahan bacaan yang berkualitas,” ujar Lia, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Sukabumi Nyerenteng Day Vol II Siap Digelar, 140 Petarung Berebut Sabuk Kapolres dan RIAP

Seiring perjalanannya, perpustakaan ini mendapat dukungan dari perusahaan panas bumi yang beroperasi di kawasan Gunung Salak. Tercatat, tiga perusahaan yang berbeda turut mewarnai perjalanan Taman Pamekar, mulai dari Unocal, Chevron, hingga Star Energy Geothermal Salak.

Pada periode 2002-2006, Unocal memberikan dukungan berupa honorarium bagi pengelola dan penambahan koleksi bahan pustaka. Dukungan kemudian berlanjut pada masa Chevron yang berlangsung selama 2007-2017 melalui bantuan operasional, penambahan koleksi buku, penguatan layanan teknologi informasi, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan literasi.

Memasuki periode 2018-2023, Star Energy Geothermal Salak melanjutkan dukungan melalui penyediaan dana operasional, penambahan koleksi buku, perangkat komputer, fasilitas digital, hingga program pemberdayaan masyarakat seperti pengembangan UMKM, penanaman pohon, dan literasi finansial.

“Dari tahun 2023 perpustakaan berusaha mandiri setelah sebelumnya mendapat dukungan dari Star Energy. Dukungan tersebut sangat membantu menjaga keberlangsungan layanan perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat,” kata Lia.

Dari hanya sekitar 1.000 judul buku saat pertama kali berdiri, kini koleksi Perpustakaan Taman Pamekar telah berkembang menjadi lebih dari 10.000 eksemplar. Kehadirannya pun memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca masyarakat, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah.

Baca Juga: Pemain Asal Nagrak Sukabumi Ini Bermimpi Tembus Timnas, Arda Alfareza Terinspirasi Zulfiandi

Menurut Lia, berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang pernah hadir telah memberikan manfaat bagi masyarakat di bidang pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Namun, seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, diperlukan program yang lebih berkelanjutan dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat seperti pelatihan kerja, literasi digital, dukungan usaha mikro, beasiswa pendidikan, serta penguatan fasilitas belajar dan perpustakaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberlangsungan budaya literasi di desa tidak hanya bergantung pada bantuan dari pihak tertentu, melainkan juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat untuk menjaga ruang belajar tersebut agar tetap hidup dan berkembang.

Lebih dari sekadar tempat membaca, Perpustakaan Taman Pamekar telah menjelma menjadi ruang tumbuh bagi pengetahuan, pemberdayaan, dan harapan masyarakat. Di tengah pergantian zaman dan perubahan berbagai pihak yang pernah mendukungnya, semangat literasi di Desa Kabandungan tetap menyala dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Berita Terkait
Berita Terkini