Polemik Kewarganegaraan Pemain Timnas Indonesia, Mathew Baker

Sukabumiupdate.com
Jumat 05 Jun 2026, 15:29 WIB
Polemik Kewarganegaraan Pemain Timnas Indonesia, Mathew Baker

Aksi Mathew Baker saat membela Timnas Indonesia U-17 (Sumber: Instagram/@mat_baker09)

SUKABUMIUPDATE.com - Mathew Baker, pemain muda yang masuk dalam daftar FIFA Matchday Timnas Indonesia senior untuk menjalani dua pertandingan uji coba menghadapi Oman dan Mozambik. John Herdman memanggil Baker untuk menggantikan Jay Idzes yang harus absen akibat cedera tumit. 

Meski kini akan membela Indonesia, Baker yang kini merumput bersama Melbourne City di Liga Australia, banyak yang menganggap bahwa dirinya masih memiliki kewarganegaraan Australia hal tersebut banyak diperbincangkan oleh media lokal setempat.

Pemain yang kini baru menginjak 17 tahun tersebut merupakan pemain potensial yang perlu dipastikan mengenai status kewarganegaraannya. Media olahraga Australia, Football360au, memberikan ucapan selamat pada Baker atas pemanggilannya ke Timnas Indonesia senior.

Baca Juga: Genjot Kepercayaan Investor, Pemprov Jabar & PT PII Teken Perjanjian Penjaminan TPPASR Legok Nangka

"Pemain Australia berbakat berusia 17 tahun yang belum debut di A-League dapat panggilan dari Timnas Indonesia. Selamat kepada talenta Melbourne City berusia 17 tahun, Mathew Baker - dipanggil ke tim nasional senior Indonesia untuk pertama kalinya" tulis media Australia, Football360au di Instagram. 

Postingan tersebut menyoroti peran Baker yang menjadi andalan di akademi senior Melbourne City yang saat ini bermain di kasta kedua Liga Australia (NPL VIC). "Baker telah menjadi pilar di akademi senior City yang berkompetisi di NPL VIC untuk pertama kalinya dalam sejarah klub," tambah media tersebut. 

Hingga memasuki pekan ke-15 kompetisi, Mathew Baker telah mencatatkan sembilan penampilan bersama klubnya dengan delapan kali dipercaya sebagai starter. Konsistensinya di kompetisi Australia membuat namanya semakin diperhitungkan, bahkan sejumlah media setempat menilai Baker sebagai salah satu talenta muda lokal yang memiliki prospek cerah.

Baca Juga: BGN Bakal Optimalkan Kantin Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

Status Baker sendiri cukup menarik karena ia memiliki kewarganegaraan ganda terbatas. Pemain kelahiran Melbourne, 13 Mei 2009 itu merupakan putra dari ayah berkewarganegaraan Australia dan ibu asal Jakarta yang memiliki darah Batak.

Sesuai regulasi di Indonesia, anak hasil perkawinan campuran berhak memiliki dua kewarganegaraan hingga berusia 18 tahun atau sebelum menikah. Oleh karena itu, Baker tidak memerlukan proses naturalisasi untuk membela Indonesia karena sejak lahir ia telah memiliki hak atas kewarganegaraan Indonesia.

Meski demikian, secara aturan FIFA, Baker masih memiliki peluang untuk memperkuat Australia selama belum menjalani pertandingan resmi bersama Timnas Indonesia senior.

Baca Juga: Cerita Seru Mahasiswa Pakistan hingga Pelajar SMA di ICF 2026 Nusa Putra University

Tenaga Ahli Kemenpora Bidang Diaspora, Hamdan Hamedan, sebelumnya menegaskan bahwa Baker merupakan pemain diaspora murni dan bukan pemain naturalisasi. Dengan usianya yang masih 17 tahun, ia bahkan berpeluang menjadi salah satu pemain termuda yang menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior.

Pemanggilan Baker oleh John Herdman juga mencerminkan keberanian sekaligus visi jangka panjang dalam membangun regenerasi lini belakang Timnas Indonesia. Bek serbabisa tersebut sebelumnya telah menunjukkan potensinya ketika menjadi andalan Timnas Indonesia U-16 pada ajang Piala AFF U-16 2024.

Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan Baker terkait masa depannya di level internasional. Apakah ia akan mengikat komitmen penuh bersama Timnas Indonesia atau memilih jalur lain masih menjadi tanda tanya.

Baca Juga: Masa Lalu Sarwendah di Cherrybelle Mencuat, Mantan Pendiri dan Member Ikut Bersuara

Nama Baker sempat menjadi perbincangan pada Juli 2024 saat menerima panggilan dari Timnas Australia U-17, tidak lama setelah membela Timnas Indonesia U-16. Namun, masuknya nama Baker ke dalam skuad senior pilihan John Herdman pada 2026 dianggap sebagai indikasi kuat bahwa dirinya semakin dekat untuk menetapkan pilihan membela Merah Putih di level tertinggi sepak bola internasional.

Sumber: dari berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini