Gagal di Piala Afrika, Timnas Gabon Dihukum Pemerintah Setempat

Sukabumiupdate.com
Jumat 02 Jan 2026, 10:30 WIB
Gagal di Piala Afrika, Timnas Gabon Dihukum Pemerintah Setempat

Timnas Gabon dihukum pemerintah setelah tampil kurang memuaskan di Piala Afrika. (Sumber: web/espn.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Gabon mengambil langkah tegas terhadap tim nasionalnya setelah penampilan mengecewakan di Piala Afrika (AFCON). Seluruh skuad timnas dijatuhi sanksi skorsing, pemain bintang Pierre-Emerick Aubameyang dicoret dari daftar seleksi, serta pelatih kepala Thierry Mouyouma diberhentikan bersama seluruh jajaran staf kepelatihannya.

Gabon menjadi tim kedua yang tersingkir dari Piala Afrika yang tengah berlangsung di Maroko usai menelan dua kekalahan beruntun pada laga pembuka fase grup. Mereka lebih dulu takluk 0-1 dari negara tetangga sekaligus rival, Kamerun, lalu kembali kalah 2-3 dari Mozambik yang berstatus non unggulan.

Rentetan hasil buruk di fase grup ditutup dengan kekalahan ketiga pada Rabu. Sempat unggul 2-0 atas juara bertahan Pantai Gading, Gabon akhirnya gagal mempertahankan keunggulan dan harus menyerah 2-3, sekaligus mengubur harapan untuk memperbaiki hasil mereka di turnamen tersebut.

Baca Juga: Manchester City Harus Puas Ditahan Imbang Sunderland di Liga Inggris

Melansir dari espn Menteri Olahraga Gabon, Simplice-Desire Mamboula memberikan keterangan pada sesi konferensi pers dengan mengatakan bahwa, “Dengan mempertimbangkan berbagai dampak yang bertentangan dengan nilai-nilai etika serta keteladanan yang dijunjung oleh Republik, pemerintah memutuskan untuk membubarkan jajaran staf teknis, menangguhkan aktivitas tim nasional hingga waktu yang belum ditentukan, serta mencoret pemain Bruno Ecuele Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang.” ujarnya melalui tayangan televisi. 

Aubameyang dan Ecuele Manga yang sebelumnya sempat mencabut keputusan pensiun mereka dari tim nasional untuk kembali memperkuat skuad masing-masing dipercaya mengenakan ban kapten dalam dua laga awal Piala Afrika. Hal tersebut terjadi meskipun Aubameyang tengah menjalani program pemulihan mandiri akibat cedera yang Ia alami saat membela Marseille menjelang turnamen berlangsung.

Beberapa jam setelah pengumuman tersebut disiarkan di televisi, pemerintah tampak menarik kembali pernyataan itu, meski belum dapat dipastikan apakah ketentuan yang tercantum dalam komunikasi tersebut akan tetap diberlakukan.

Baca Juga: Cuaca Jabar 2 Januari 2026, Sukabumi Hujan di Siang Hari

Statuta FIFA melarang adanya intervensi pemerintah dalam urusan federasi sepak bola di setiap negara anggota, sehingga Gabon berpotensi menghadapi sanksi. Di sisi lain, masih menjadi tanda tanya apakah situasi ini menandai berakhirnya karier internasional Pierre-Emerick Aubameyang yang kini berusia 36 tahun.

Di luar hasil mengecewakan di atas lapangan, perjalanan Gabon di Piala Afrika juga dibayangi berbagai persoalan, mulai dari konflik antara Marseille dan Federasi Sepak Bola Gabon terkait penanganan kondisi kebugaran Aubameyang, hingga kritik dari dalam negeri terhadap strategi yang diterapkan pelatih.

Sumber: espn.com

Berita Terkait
Berita Terkini